Pemeliharan Mangrove Andalkan Pihak Lain

ANDALKAN PIHAK LAIN: Pemerintah belum melakukan gerakan penyelamatan terkait kerusakan hutan mangrove yang ada di pesisir pantai utara Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI
ANDALKAN PIHAK LAIN: Pemerintah belum melakukan gerakan penyelamatan terkait kerusakan hutan mangrove yang ada di pesisir pantai utara Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI
ANDALKAN PIHAK LAIN: Pemerintah belum melakukan gerakan penyelamatan terkait kerusakan hutan mangrove yang ada di pesisir pantai utara Kabupaten Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, MUARAGEMBONG – Tingginya tingkat abrasi di Kampung Beting, Desa Bahagia, Kecamatan Muaragembong, tidak mendapat perhatian dengan serius dari pemerintah. Bahkan langkah pencegahan dengan menanam mangrove hanya sebatas dilakukan oleh segelintir orang saja. Diketahui, kerusakan hutan mangrove di Kampung Beting sudah terjadi di lahan seluas dua ribu hektar.

Camat Muaragembong, Fahrurozi mengatakan, selama ini perbaikan maupun pemeliharaan mangrove rusak tetap dilakukan secara berkala. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan oleh pemerintah melainkan dari pihak swasta atau secara sukarela.

Terkait pengrusakan mangrove, Fahrurozi membenarkan bahwasannya tidak ada oknum yang merusak, selama penanaman mangrove sendiri di tempat seharusnya. “Kalau rusak cenderung karena faktor alam, kalau sekalipun ada yang merusak ya karena nanamnya sendiri salah, bukan di pesisir atau pinggir kali, melainkan di tambak milik warga,” ujarnya.

Untuk menghindari konflik, kesalahpahaman, dan mubazir, mantan Camat Sukatani ini kerap mengimbau intansi-intansi yang ingin melakukan penanaman untuk melakukan survei lapangan terdahulu.


“Ya kan sayang sekali kalau akhirnya mereka salah lokasi tanam, malah di tambak milik warga, pasti dicabut sama yang punya,” tutupnya. (ich)