Oknum Disdik Dipolisikan

Lapas II A Karawang
Lapas (ilustrasi)./Foto: istimewa
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Sengkarut penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Kota Bekasi belum berakhir. Sejumlah orang tua murid yang kecewa, memolisikan staf Dinas Pendidikan.

Oknum Disdik berinisial A dipolisikan lantaran gagal meloloskan calon siswa ke sekolah negeri yang dijanjikan.

Salah satu orang tua siswa, mengatakan dirinya dijanjikan A bahwa anaknya akan dimasukkan ke salah satu SMA negeri di Kota Bekasi. Kenyataannya, saat pelaksanaan PPDB nama anaknya gagal masuk ke sekolah yang dijanjikan itu.

Terpisah, Kabid Bina Program Dinas Pendidikan Agus Enap mengungkapkan, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada para staf untuk tidak merusak pelaksanaan PPDB Online.


“Saya sudah mengimbau kepada semua staf, jangan ada yang merusak pelaksanaannya,” ungkapnya saat dihubungi kemarin.

Enap mengatakan, apa yang dilakukan A merupakan perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Meski begitu, Enap mengaku sempat menerima laporan dan didatangi beberapa orang yang mengaku-ngaku kena iming-iming A.

“Saya tegaskan, A tidak mengatasnamakan Dinas Pendidikan. Dia melakukan atas nama dirinya sendiri,” ucapnya.

Terkait adanya proses laporan polisi terhadap A, Enap menuturkan A masih diproses secara administrasi di Dinas Pendidikan.

“Hari ini (kemarin) sudah kami layangkan surat teguran yang ketiga untuk A. Dia harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya kepada orang yang dijanjikan,” papar pria berkumis tipis ini.

Informasi yang dihimpun Radar Bekasi, A menebar janji kepada orang tua calon siswa dengan menarik pungutan yang totalnya diduga hingga mencapai ratusan juta rupiah. A adalah PNS bukan TKK ataupun honorer.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rudi Sabarudin saat dihubungi ponselnya tidak diangkat. (dat)