Bupati Beri Wejangan kepada Calhaj Ini

LANSIA : Calhaj lansia diimbau untuk menghemat energi saat tiba di Arab Saudi karena cuaca yang ekstrim.
LANSIA : Calhaj lansia diimbau untuk menghemat energi saat tiba di Arab Saudi karena cuaca yang ekstrim.
LANSIA : Calhaj lansia diimbau untuk menghemat energi saat tiba di Arab Saudi karena cuaca yang ekstrim.

POJOKSATU.id, CIKARANG UTARA – Sebanyak 30 orang Lanjut Usia (Lansia) menjadi Calon Haji (Calhaj) dari Kabupaten Bekasi. Mereka  diberangkatkan terpisah menjadi enam kloter di saat pelepasan jamaah haji di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Jumat (28/8).

Kepala Kementerian Agama (kemenag) Kabupaten Bekasi, Sobirin mengatakan, dari 30 orang calhaj lansia itu, di antaranya Asni yang tertua dengan usia 63 tahun. Ia merupakan warga Kampung Telukhaur, Kecamatan Pebayuran.

“Ada pendampingnya dan Asni sendiri juga masih seger masih bisa menunaikan haji,” ucapnya.

Asni dan 29 lansia lainnya, kata Sobirin, tidak merasa khawatir dengan suhu ekstrim di Arab Saudi. Menurut kabar, suhu di tanah suci itu kini mencapai 60 derajat celcius.


Dikatakan Sobirin, seluruh jamaah haji termasuk lansia sudah diimbau untuk mengefektifkan aktivitasnya. Di antaranya tidak melakukan ibadah umroh terlebih dulu sebelum 10 Dzulhijah. Karena dikhawatirkan kegiatan itu akan menguras energy para calhaj.

“Tidak usah memaksakan, jaga kesehatan terutama lansia, sebab suhu yang tinggi akan menguras tenaga juga, dikhawatirkan malah jatuh sakit akibat kecapekan,” terangnya.

Di tahun ini, Kabupaten Bekasi mendapatkan jatah kuota haji sebanyak 1.863. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya yang berjumlah 1.812 calhaj.

Namun menurut Sobirin, dari total kuota itu, hanya 1.786 calhaj yang sudah melunasi ongkos ibadah haji dan ada sekitar 108 calhaj yang dimutasi keberangkatannya dari Kota Bekasi.

“Jadi yang fix yang berangkat dari Kabupaten Bekasi sebanyak 1.678 orang saja,” katanya.

Sejak persiapan hingga keberangkatan, sambung Sobirin, ada salah satu calhaj yang diketahui mengidap penyakit diabetes. Namun pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan keberangkatan calhaj itu.

“Kan ada dokter asrama nanti yang mendiagnosa boleh atau tidaknya untuk berangkat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin meminta agar seluruh calhaj menjaga nama baik daerah saat berada di tanah suci.

“Saya berpesan kepada jamaah sekalian, mari kita menjaga nama baik Kabupaten Bekasi selama di asrama di Arab Saudi sampai pulang nanti,” tuturnya. (dho)