Asyikkkk, Desa Bakal Dapat Anggaran Lagi

Uang
Ilustrasi Uang.
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, TAMBUN SELATAN – Dana 10 persen yang dipotong dari Alokasi Dana Desa (ADD) disebut-sebut bakal dikembalikan oleh pemerintah daerah. Jika benar demikian, maka tuntutan Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bekasi menuai hasil.

Sekretaris Apdesi Kabupaten Bekasi, Jaut Sarja Winata mengklaim jika tuntutan pengembalian potongan 10 persen dari ADD bakal dikembalikan bupati. Namun hal itu menunggu adanya perubahan Peraturan Bupati (Perbup) terkait potongan dana tersebut.

“Katanya tunggu perubahan perbub dulu, bisa seminggu atau dua minggu baru bisa dicairkan,” katanya.

Sepengetahuan Jaut, sebelum meloloskan tuntutan Apdesi, bupati terlebih dulu bakal meminta persetujuan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).


“Kalau bagi kami (Apdesi) dengan dicairkannya kembali anggaran itu akan membatu sekali untuk pembangunan desa, apa lagi untuk menutupi kegiatan desa yang sudah berjalan seperti Agustusan dan juga MTQ yang bakal dilaksanakan nanti,” katanya.

Lelaki yang juga menjabat sebagai kepala Desa Tambun, Tambun Selatan ini mengatakan, nantinya jika sudah dikembalikan, anggaran 10 persen itu diperbolehkan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), jika pemerintah desa belum memiliki skala prioritas pembangunan.

“Memang amanat dari bupati gitu, desa boleh pake untuk rutilahu,” ujarnya.

Sebelumnya, Apdesi Kabupaten Bekasi mengancam akan menggugat Pemerintah Kabupaten Bekasi jika potongan 10 persen dari ADD tidak dikembalikan ke desa. Potongan anggaran yang diperuntukan pelaksanaan pilkades itu dinilai sudah menabrak Undang-undang tentang desa.

Beberapa waktu lalu, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengaku siap mengabulkan tuntutan Apdesi tersebut. Namun sebelum memberikan anggaran tersebut, pihaknya terlebih dulu meminta persetujuan dari BPKP. (dho)