Tak Minta Mahar, Hanya Biaya Politik

TAK MINTA MAHAR : DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi tidak meminta mahar dari bakal calon bupati atau wakil bupati yang diusung di pilkada 2017 mendatang. Partai berlambang banteng moncong putih ini membuka peluang bagi siapapun yang mencalonkan diri untuk menjadi bakal calon bupati atau wakil bupati.
TAK MINTA MAHAR : DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi tidak meminta mahar dari bakal calon bupati atau wakil bupati yang diusung di pilkada 2017 mendatang. Partai berlambang banteng moncong putih ini membuka peluang bagi siapapun yang mencalonkan diri untuk menjadi bakal calon bupati atau wakil bupati.
TAK MINTA MAHAR : DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi tidak meminta mahar dari bakal calon bupati atau wakil bupati yang diusung di pilkada 2017 mendatang. Partai berlambang banteng moncong putih ini membuka peluang bagi siapapun yang mencalonkan diri untuk menjadi bakal calon bupati atau wakil bupati.

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi memastikan tidak ada mahar politik yang bakal dibebankan kepada kandidat yang diusung untuk menjadi calon bupati atau wakil bupati di Pilkada 2017 mendatang. Tapi, kandidat tersebut nantinya dibebankan biaya politik.

Ketua Bappilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Yaya Ropandi mengatakan, biaya politik yang dimaksud yakni untuk pembuatan alat peraga sosialisasi. Namun untuk mahar politik, ia memastikan tidak ada.

“Kita tidak meminta mahar politik kepada siapa pun calonnya nanti. Tapi, yang nanti dibutuhkan adalah biaya politik seperti untuk pembuatan spanduk dan lainnya,” ujarnya.

Dikatakan Yaya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi membuka peluang bagi siapa pun untuk mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada 2017. Nantinya dari nama-nama itu akan diikutsertakan dalam seleksi yang dilakukan internal partai.


“Nanti yang hasil surveinya paling tinggi akan kita rekomendasikan dan semua keputusan ada di DPP. Tapi, yang diutamakan kader kita karena yang selama ini berjuang kita,” ujarnya.

Yaya juga tak melarang bagi bakal calon bupati atau wakil bupati untuk melakukan sosialisasi terlebih dulu. Karena dalam seleksi nanti, elektabilitas dan popularitas menjadi penilaian yang juga menentukan.

Saat ini DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi belum membuka pendaftaran secara resmi. Namun menurut Yaya, tidak menutup kemungkinan jika nantinya ada anggota DPR RI yang bakal mencalonkan untuk turut serta di pilkada 2017 melalui partainya. (neo)