Warga Perum Villa Baru Protes Perbaikan Jalan

MENUAI PROTES: Ini dia perbaikan jalan sisi Kalimalang di Kota Bekasi yang diprotes oleh warga Perumahan Villa Baru di RT 08 RW 02, Pekayon, Bekasi Selatan. Dikhawatirkan, perbaikan jalan tersebut akan berdampak banjir pada lingkungan mereka. ARIESANT/RADAR BEKASI
MENUAI PROTES: Ini dia perbaikan jalan sisi Kalimalang di Kota Bekasi yang diprotes oleh warga Perumahan Villa Baru di RT 08 RW 02, Pekayon, Bekasi Selatan. Dikhawatirkan, perbaikan jalan tersebut akan berdampak banjir pada lingkungan mereka. ARIESANT/RADAR BEKASI
MENUAI PROTES: Ini dia perbaikan jalan sisi Kalimalang di Kota Bekasi yang diprotes oleh warga Perumahan Villa Baru di RT 08 RW 02, Pekayon, Bekasi Selatan. Dikhawatirkan, perbaikan jalan tersebut akan berdampak banjir pada lingkungan mereka. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Warga Perumahan Villa Baru di RT 08 RW 02, Pekayon mengeluhkan perbaikan jalan sisi Kalimalang, karena dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi serta mengabaikan analisis dampak lingkungan (Amdal).

Apalagi jalan yang menghubungkan akses Metropolitan Mal dengan Grand Metropolitan ini struktur jalannya lebih tinggi dari permukiman warga yang berada di perumahan tersebut.

Heri Budi Susetyo, selaku Ketua RT 08 yang juga tokoh masyarakat setempat mengatakan, pihak perumahan Villa Baru sebenarnya mendukung proses perbaikan jalan asalkan sesuai dengan spesifikasi dan tidak merugikan masyarakat di sekitar perumahan.

”Jadi ketika melihat badan jalan lebih tinggi dari lokasi perumahan, maka air hujan akan masuk ke perumahan, dan tidak tertutup kemungkinan berdampak banjir,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (26/8).


Heri pun menyayangkan sikap dinas terkait maupun pihak kontraktor yang perbaikan jalan yang tidak melakukan komunikasi dengan masyarakat di Perumahan Villa Baru, sehingga menurutnya,  kepentingan masyarakat diabaikan. Padahal, masyarakat yang tinggal di perumahan ini merupakan proyek group Metropolitan Land.

”Kami pernah panggil pihak kontraktornya, dan saat itu kami meminta ada solusi dari pihak pengembang jika masyarakat perumahan terkena dampak banjir akibat perbaikan yang tidak memperhatikan Amdal tersebut, namun sampai saat ini belum ada kepastian. Memang perumahan yang kami tempati ini setiap hujan turun lebat pasti banjir, namun dengan adanya perbaikan jalan ini akan lebih parah lagi,” sesalnya.

Warga pun mempertanyakan proses perbaikan jalan yang panjangnya lebih dari 300 meter dengan lebar 18 meter ini dan menghabiskan anggaran sebesar Rp5 miliar. Padahal sewajarnya perbaikan tersebut hanya cukup dengan dana Rp3 miliar.

”Ini ada indikasi permainan antara pihak kontraktor dengan pihak dinas terkait, terlebih lagi ini terlihat sekali untuk kepentingan pengelola Mall Metropolitan dan Grand Metropolitan, karena memang jalan tersebut tidak rusak parah seharusnya dengan tambal sulam juga perlu, dan kalau mau diperbaiki seharusnya tidak ditimpa langsung beton yang lama, melainkan ada pengerukan terlebih dahulu,” sesal Rizal warga Perumahan Villa Baru.

Sementara itu Kepala Bidang Dinas Bina Marga dan Tatai Air (Disbimarta), Arif Maulana mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan perecanaan, namun kata dia terkait adanya dampak banjir dari perbaikan jalan tersebut, pihaknya tidak mengetahui lantaran belum ada laporan dari pihak kecamatan maupun kelurahan.

”Semua perbaikan dan pembangunan jalan pasti melalui perencanaan, namun jika berdampak terhadap masyarakat, kami akan cari solusinya. Kami akan temui warga yang protes perbaikan jalan tersebut,” janjinya. (and)