Psikologis Anggota Satpol PP Terguncang

Sahat MB Nahor
Sahat MB Nahor
Sahat MB Nahor

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Status tersangka yang disandang mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Dikdik Jasmedi Astra ternyata membawa dampak di internal penegak perda tersebut. Dari sekian banyak dampaknya, di antaranya rasa takut untuk menyerap anggaran.

Hal itu diakui oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Sahat MBJ Nahor. Kata dia, penangkapan dan status tersangka Dikdik Jasmedi Astra membuat psikologis pejabat Satpol PP lainnya terguncang.

“Saya harap sih nggak telalu meskipun ada dampak psikologisnya, makanya saya motivasi, kan bila benar kenapa harus takut,” ucapnya.

Di penghunjung tahun ini, Satpol PP Kabupaten Bekasi kecipratan anggaran dari APBD Perubahan 2015 sebesar Rp1,22 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan penertiban bangunan liar di sepanjang Cikarang Timur hingga Kedungwaringin.


“Sesuai dengan mottonya ‘Bersinar’ makanya kita akan lakukan penertiban ini,” katanya.

Sahat mengancam akan memberikan sanksi jika diketahui ada anggota Satpol PP Kabupaten Bekasi yang membekingi bangunan liar. Karena penertiban itu, kata dia, sesuai dengan instruksi bupati.

Selain bangli, penegak perda ini juga dijadwalkan bakal mengesekusi sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) dan Pekerja Seks Komersial (PSK). Namun kegiatan itu porsinya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan penertiban bangli.

“Memang masih ada tapi lebih banyak untuk penertiban bangli,” katanya. (dho)