Lurah Prabu Serahkan ‘Nasib’ Linmas ke RW

FOTO BERSAMA: Lurah Bantargebang, Prabu (duduk empat dari kiri) foto bersama dengan para ketua RW, BKM dan LPM Bantargebang usai musyawarah di kantor kelurahan, Rabu (26/8).
FOTO BERSAMA: Lurah Bantargebang, Prabu (duduk empat dari kiri) foto bersama dengan para ketua RW, BKM dan LPM Bantargebang usai musyawarah di kantor kelurahan, Rabu (26/8).
FOTO BERSAMA: Lurah Bantargebang, Prabu (duduk empat dari kiri) foto bersama dengan para ketua RW, BKM dan LPM Bantargebang usai musyawarah di kantor kelurahan, Rabu (26/8).

POJOKSATU.id, BANTARGEBANG – Lurah Bantargebang, Prabu mengumpulkan seluruh Ketua RW, Ketua BKM dan LPM Bantargebang guna membahas nasib anggota Linmas yang sebelumnya melakukan aksi buka baju sebagai bentuk protes.‬

‪Kejadian berawal, saat Kelurahan Bantargebang menjadi panita K3 dan untuk memperindah lingkungan kelurahan. Saat itu lurah meminta lingkungan kelurahan dibersihkan termasuk keberadaan warung kopi yang berada tepat di dalam halaman kelurahan.‬

‪”Kami kan panitia K3, jadi lingkungan harus bersih, inikan lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah semestinya dijaga, dan ternyata sikap saya yang membongkar warung kopi di halaman kelurahan tidak diterima oleh pemilik warung yang juga sebagai anggota Linmas aktif yang bernama Salam,” ungkap Prabu saat ditemui Radar Bekasi, Rabu (26/8).‬

‪Lanjut Prabu, selain Salam, ada juga anggota Linmas aktif yang bernama Onin atau yang akrab dipanggil Danton Onin yang sudah menjadi anggota Linmas sejak puluhan tahun lalu waktu masih berstatus desa. Danton Onin saat lurah sebelumnya pernah dititipkan Baktor karena pihaknya rajin dan peduli terhadap lingkungan.‬


‪”Danton Onin orang lama di sini, sebelum saya dia sudah ada. Mungkin beliau tersinggung saat saya meminta Baktor tersebut untuk dikembalikan ke kantor kelurahan karena itu memang milik Pemkot Bekasi yang harus dijaga dan dirawat, saya lihat Baktor sudah rusak dan tidak bisa jalan, jadi saya minta dikembalikan karena merupakan aset pemerintah,” ujar Prabu.‬

‪Dijelaskan Prabu, setelah kejadian tersebut, kedua Linmas senior ini mengkoordinir anggota Linmas lainnya untuk melakukan lepas baju sebagai bentuk protes atas sikap yang saya ambil waktu itu.‬

‪”Itulah kejadian sebenarnya, nah saat ini saya memanggil seluruh Ketua RW yang membawahi masing-masing Linmas. Tujuannya untuk memusyawarahkan peristiwa tersebut, sehingga para Ketua RW yang menentukan nasib anggota Linmas yang mengikuti aksi saat itu,” terangnya.

‪Menurut Prabu sikap yang diambil berdasarkan keputusan Ketua RW masing-masing dan tidak ada campur tanggan kelurahan. “Kami hanya menunggu hasilnya saja. Pasalnya, mereka diangkat menjadi Linmas aktif karena rekomendasi RW, maka RW yang harus menentukan kelanjutan anggota Linmas di lingkungan Kelurahan Bantargebang,” pungkasnya. (len)