Jelang Unjuk Rasa, Polda Amankan Kawasan Industri

(Ist) Kawasan industri di Kabupaten Bekasi.
VITAL : Menjelang aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh, kawasan industri di Kabupaten Bekasi mendapat pengamanan. Direktur PAM Obvit Polda Metro Jaya, Kombes Pol Aan Suharnan melakukan pertemuan dengan pengusaha di Jababeka, Rabu (26/8), untuk membahas soal persiapan aksi unjuk rasa buruh (poto insert).
VITAL : Menjelang aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh, kawasan industri di Kabupaten Bekasi mendapat pengamanan.

POJOKSATU.id, CIKARANG TIMUR – Kawasan Industri di Kabupaten Bekasi menjadi salah satu objek vital yang diamankan Polda Metro Jaya menjelang adanya rencana aksi unjuk rasa buruh pada awal September mendatang. Aksi unjuk rasa itu berkaitan dengan tuntutan revisi jaminan hari tua dan peningkatan UMK.

Dalam pengamanan yang dilakukan, Polda Metro Jaya akan memberikan pembinaan ke seluruh stakeholders yang ada dalam kawasan industri. Materi yang akan disampaikan seperti soal manajemen pengamanan.

“Terutama melakukan asistensi tentang manajemen pengamanan dan juga melakukan audit sistem pengamanan yang ada di kawasan objek vital,” kata Direktur Pengamanan Objek Vital (PAM Obvit) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Aan Suharnan saat mengunjungi Kawasan Industri Jababeka, Rabu (26/8).

Direktur PAM Obvit Polda Metro Jaya, Kombes Pol Aan Suharnan melakukan pertemuan dengan pengusaha di Jababeka, Rabu (26/8), untuk membahas soal persiapan aksi unjuk rasa buruh.
Direktur PAM Obvit Polda Metro Jaya, Kombes Pol Aan Suharnan melakukan pertemuan dengan pengusaha di Jababeka, Rabu (26/8), untuk membahas soal persiapan aksi unjuk rasa buruh.

Aksi unjuk rasa bukan kali pertama dilakukan oleh para buruh. Namun demikian, Aan meminta agar aksi yang dilakukan pada 1 September nanti diselenggarakan dengan damai dan kondusif.


“Memang unjuk rasa tidak bisa dilarang dan ini dilindungi Undang-undang, polisi hanya bisa membubarkan saja,” ucapnya.

Beredar kabar, kini para buruh tengah berkoordinasi untuk mempersiapkan aksi unjuk rasa awal September nanti. Aan meminta agar seluruh buruh di Bekasi tidak turut serta dalam aksi tersebut. Karena pada saat aksi berlangsung, kemungkinan lalu lintas di Jakarta bakal macet.

“Memang ada usulan di satu titik saja seperti apa yang diusulkan oleh Pak Kapolda juga supaya tidak mengganggu pengguna jalan dan masyarakat yang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Bekasi Kombes Pol Rickynaldo Chairul menambahkan, saat aksi unjuk rasa awal September nanti pihaknya hanya mengawal keberangkatan buruh ke Jakarta. Ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan serikat buruh terkait aksi unjuk rasa yang menuntut kenaikan UMK tersebut.

“Jadi kami cuma mengamankan saja, dan ini memang agenda buruh maka kita tidak bisa membendungnya,” ucapnya. (dho)