800 Bangli Bakal Ditertibkan

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Sekitar 800 bangunan liar (bangli) yang berdiri di lahan negara bakal ditertibkan dalam waktu dekat. Ratusan bangunan ilegal itu terdapat di sepanjang jalan utama sejak Cikarang Timur hingga Kedungwaringin.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Muhyiddin usai melakukan rapat koordinasi dengan Porlesta Bekasi terkait penertiban bangli di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Bekasi, Rabu (26/8).

Dituturkan Muhyiddin, sebelum dilakukan pembongkaran oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi, pihaknya terlebih dulu meminta kepada pemilik bangli untuk membongkar sendiri bangunannya yang berdiri di atas lahan negara. Jika imbauan tersebut tak diindahkan, pihaknya bersama Porlesta Bekasi dan unsur lainnya bakal mengeksekusi bangunan tersebut.

Pemilik bangli yang berdiri di atas lahan negara, khususnya yang terdapat di sepanjang jalan utama mulai Cikarang Timur hingga Kedungwaringin mayoritas warga pendatang. Nantinya saat dilakukan penertiban, warga tersebut sekaligus didata agar memiliki identitas kependudukan Kabupaten Bekasi.


“Mayoritas warga pendatang, tapi ada juga warga pendatang yang sudah memiliki KTP Kabupaten Bekasi, nanti sekalian didata,” katanya.

Upaya penertiban yang dilakukan pemerintah daerah dan unsur lainnya ini sekaligus menentukan langkah selanjutnya. Kata mantan kepala BPPT Kabupaten Bekasi ini, setelah ditertibkan nantinya lahan tersebut bakal ditanami pepohonan dan dibangun trotoar.

“Agar tidak kelihatan kumuh. Setelah ditertibkan kita tanam pohonan, jadi lebih rindang, September akan kita tertibkan” ujarnya.

Penyalahgunaan lahan negara seperti berdirinya bangli, dikatakan Muhyiddin, disebabkan karena adanya ulah oknum yang memanfaatkan lahan tersebut. Entah sebagai tempat tinggal atau tempat usaha, kata dia, pemerintah daerah tidak pernah mengeluarkan izin penggunaan lahan negara. (enr)