1.500 Karyawan Dirumahkan

PULANG KERJA : Terlihat salah seorang karyawan di kawasan Industri Jababeka pulang kerja.
PULANG KERJA  : Terlihat salah seorang karyawan di kawasan Industri Jababeka pulang kerja.
PULANG KERJA : Terlihat salah seorang karyawan di kawasan Industri Jababeka pulang kerja.

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi mencatat pelambatan ekonomi global dan melemahnya rupiah terhadap dolar hingga tembus Rp14.000 per USD, berdampak besar terhadap kegiatan industri di sejumlah kawasan di Cikarang. Paling berat, dirasakan pabrik yang menggunakan bahan baku impor.

Bahkan, dampak melemahnya rupiah sudah dirasakan sejumlah pabrik sejak empat bulan lalu. Beberapa di antara mereka sudah merumahkan ribuan karyawannya.

“Sudah ada 1500-an karyawan yang dirumahkan,’’ ungkap Ketua Kadin Kabupaten Bekasi, Obing Fachrudin usai menghadiri acara pengamanan investasi di Jababeka, kemarin.

Obing menambahkan, rata-rata perusahaan yang merumahkan karyawannya merupakan perusahaan besar. ’’Rata-rata pabrik itu diatas 1.000 orang karyawannya,’’ imbuh Obing lagi.


Dia mengaku cukup cemas dengan kondisi saat ini. Ribuan karyawan yang dirumahkan empat bulan lalu itu, berasal dari sepuluh pabrik dan bekerja di berbagai sektor industri. ’’Itu baru yang terdata,’’ tambah pria berkacamata itu.

Ribuan karyawan yang dirumahkan itu, sambung Obing, bekerja di berbagai perusahaan di kawasan industri. Mereka tersebar di MM2100, Jababeka, Lippo Cikarang, dan East Jakarta International Park (EJIP).

Perusahaan terpaksa merumahkan karyawan, lanjut Obing, karena biaya produksi tinggi akibat anjloknya nilai tukar rupiah. Penyebabnya, 80 persen dari jumlah perusahaan yang ada menggunakan bahan baku impor. “Bahan bakunya yang impor itulah yang memberatkan industri,” terangnya.

Apabila kondisi ini terus terjadi selama enam bulan ke depan, Obing memprediksi akan lebih banyak lagi karyawan yang dirumahkan. ’’Mungkin, bisa sampai dua kali lipatnya yang dirumahkan,’’ ujarnya.

Meski begitu, Obing optimistis para pelaku usaha tidak akan mudah begitu saja melakukan PHK karena banyak pertimbangan. ’’Salah satunya uang pesangon karyawan yang lumayan besar,’’ jelasnya. (oke)