Tidak Setor Bakal Dicuekin UPTD

Ilustrasi Guru
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Para tenaga pengajar tingkat sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Rawalumbu, mengeluhkan adanya potongan uang sebesar Rp100 ribu ketika menerima tunjangan profesi guru yang diberikan tiga bulan sekali.

Potongan tersebut, dilakukan oleh  Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Rawalumbu. Ironisnya, potongan tunjangan sertifikasi guru tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2006 lalu.

“Setiap pencairan dana sertifikasi, saya selalu dipinta Rp100 ribu dengan berbagai macam alesan. Jika tidak diberikan, maka kami selaku guru selalu dicuekin oleh kepala UPTD karena kesal tidak memberikan uang tersebut. Padahal kalau lihat dari aturan yang ada tidak ada pemotongan dana sertifikasi kepada guru,” ujarnya salah seorang guru berinisial YT.

Dia mengaku, potongan tunjangan guru tersebut dilakukan melalui pelantara kepala sekolah. Padahal, lanjutnya, tidak pernah ada peraturan jika tunjangan profesi dipotong oleh UPTD.


“Setiap tunjangan turun, kami ditanya berapa besar anggaran itu turun, itu selalu ditanyakan kepada kami selaku guru. Kami merasa keberatan, jika hanya sekali saja kami akan berikan tetapi ini sudah terjadi sejak tahun 2006. Biasanya UPTD menyuruh kepala sekolah,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut,  Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Rudi Sabarudin menyayangkan ada oknum struktural yang memotong tunjangan profesi guru. Dia mengaku, akan menindak tegas terhadap oknum UPTD yang melakukan pungutan tersebut.

“Jadi bagi oknum  yang melakukan pungutan saat dana sertifikasi guru turun jangan senang dulu, saya akan berikan sanksi tegas kepada oknum tersebut. Saya juga akan turun langsung ke lapangan untuk menyelidik adanya kasus tersebut di setiap UPTD, agar tidak ada lagi kejadian seperti itu,” ujar Rudi kepada Radar Bekasi, Selasa (25/8).

Rudi mengimbau kepada semua guru di Kota Bekasi,  tidak usah takut jika memang ada yang meminta setoran saat dana sertifikasi turun. Karena menurutnya,  tidak ada aturan guru melakukan setoran kepada pejabat struktural.

“Saya akan terbuka bagi guru yang merasa dirinya selalu dimintai jatah saat dana sertifikasi turun. Jika ada seperti itu, maka segera laporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan saya akan langsung tanggapi karena memang tidak boleh ada pemotongan saat dana sertifikasi guru turun,” pungkasnya. (ran)