Kurang Sosialisasi, Warga Protes Penutupan Jalan

MACET PANJANG: Jalan Ir Djuanda, Bekasi Timur mengalami kemacetan parah akibat penutupan Jalan Kartini , Selasa (25/8). Para pengedara bermotor yang melintas di jalan tersebut mengeluh karena kurangnya sosialisasi dari dinas terakit. ARIESANT/RADAR BEKASI
MACET PANJANG: Jalan Ir Djuanda, Bekasi Timur mengalami kemacetan parah akibat penutupan Jalan Kartini , Selasa (25/8). Para pengedara bermotor yang melintas di jalan tersebut mengeluh karena kurangnya sosialisasi dari dinas terakit.  ARIESANT/RADAR BEKASI
MACET PANJANG: Jalan Ir Djuanda, Bekasi Timur mengalami kemacetan parah akibat penutupan Jalan Kartini , Selasa (25/8). Para pengedara bermotor yang melintas di jalan tersebut mengeluh karena kurangnya sosialisasi dari dinas terakit. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Akibat kurangnya sosialisasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Bina Marga dan tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi terkait penutupan sejumlah ruas jalan karena adanya perbaikan jembatan mendapat kecaman dari pengguna kendaraan bermotor, termasuk warga sekitar.

Akibatnya, para pengendara banyak yang terjebak macet karena tidak ada pemberitahuan ada penutupan sejumlah ruas jalan. Ditambah lagi tidak adanya petugas Dishub maupun kepolisian yang berjaga di lokasi kemacetan.

Hal tersebut disampaikan salah satu warga RT 05 RW 24 Margahayu, Endin kepada Radar Bekasi.  Ia menyesalkan adanya penutupan Jalan Kartini tanpa ada sosialisasi melainkan hanya ada di Jalan M. Hasibuan.

“Seharusnya dinas terkait memasang spanduk atau mengumumkan di media cetak kalau ada penutupan jalan raya. Saya sebagai pengguna kendaraan bermotor dan warga asli Bekasi menyesalkan kinerja dinas terkait di lingkungan Pemkot Bekasi ini,” curhatnya kepada Radar Bekasi, kemarin.


Sementara Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Bekasi Kota, AKP Bayu Pratama mengaku tidak ada komunikasi dari Dishub maupun Disbimarta terkait adanya penutupan sejumlah ruas jalan di Kota Bekasi.

“Kalau terjadi kemacetan di jalan raya, yang disalahkan adalah polisi, khususnya Satuan Lalu Lintas,” tutur Bayu dengan nada kesal.

Bayu juga menyesalkan, seharusnya dinas terkait sebelum melakukan penutupan jalan terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian, karena jika terjadi kemacetan, yang mengatur arus lalin di jalan adalah Polisi.

“Kami tidak bermaksud untuk menyudutkan dinas terkait. Tapi faktanya di lapangan seperti itu. Dana kami tetap melaksanakan tugas sesuai tupoksi, yakni mengatur arus lalin di jalan raya,” tegasnya.

Sedangkan Kabid Bina Marga dan Tata Air, Arif Maulana mengungkapkan, pihaknya melakukan pembangunan jembatan untuk mengantisipasi permasalahan banjir.

“Pembangunan jembatan ini untuk kepentingan masyarakat, dan kami sebelumnya sudah berkoordinasi dengan petugas pengatur lalu lintas yang ada di lapangan,” kilahnya. (and)