Imbas Dolar, Kawasan Industri Cikarang Kebingungan

kawasan-industri
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, CIKARANG – Sejumlah kawasan industri di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi mulai terkena dampak pelambatan ekonomi. Apalagi sejumlah bahan baku produksi dari impor. Praktis, melemahnya rupiah hingga Rp14.000/USD mengganggu belanja bahan baku.

Dampaknya, perusahaan terpaksa melakukan efisiensi produksi, mulai dari menekan cost produksi hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi Sutomo mengatakan, sektor industri sangat terpukul akibat penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Untuk sekarang ini para pengusaha masih menunggu kestabilan ekonomi karenakan dampaknya tidak hanya di Indonesia saja dampaknya juga ke seluruh dunia,” ucap dia kepada Radar Bekasi.


Menurut dia, perusahan-perusahan yang berada di Kawasan Industri Cikarang memang masih tetap eksis dan bertahan untuk tetap berproduksi, bahkan tetap mempertahankan para karyawannya. Hanya saja upaya efisiensi dilakukan di beberapa sektor.

Dia juga mengakui memang sudah ada beberap perusahan yang mengurangi pekerjanya, meskipun belum mengarah kepada PHK secara besar.

“Memang sudah ada satu atau dua perusahan yang mengurangi pekerjanya karena melemahnya rupiah kan sudah cukup lama,  seperti ada perusahan yang sebelumnya 10 pekerja sekarang hanya 7 atau 6 orang saja,” ujar dia.

Meskipun begitu, kata Sutomo, cara PHK merupakan cara terakhir bila perusahan sudah tidak bisa lagi membayar oprasional dan meningkatkan produksi untuk tidak pailit, sebab untuk menutup perusahan memang membutuhkan prosedural yang panjang.

“Jadi PHK adalah cara terakhir,” tutup dia.

Sementara itu, terpisah wakil ketua Forum Investor Bekasi (FIB) Teguh Wibowo mengatakan, bila kondisi ini tidak secepatnya ditangani oleh pemerintah pusat kemungkinan krisis moneter di tahun 1997 bisa terulang, pemerintah pusat juga harus mempunyai langkah yang jitu untuk meredam dolar yang semakin mencengkram.

“Tim ekonomi Pemerintah harus kuat untuk menangani krisis ini jangan sampai terus berlarut,” jelas dia.

Dia juga mengatakan, bila keadaan ini terus berlanjut dimungkinkan banyak perusahan di kawasan industri akan hengkang dari Kabupaten Bekasi dengan begitu akan mempengaruhi iklim investasi di Kabupaten Bekasi.  Tidak hanya itu perusaan Mikro kecil menengah juga banyak yang gulung tikar.

“Jadi imbasnya begitu besar bagi dunia industri melemahnya dolar ini,” pungkas dia. (dho)