Tega, Calhaj Malah Ditelantarkan

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Sebanyak 24 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Cirebon, kecewa berat belum bisa menunaikan haji tahun ini. Jangankan terbang ke Tanah Suci, tiba di Asrama Haji Bekasi pun mereka ditolak petugas.

Penolakan petugas itu bukan tanpa alasan. Rombongan asal Kota Udang itu, ternyata belum mengantongi visa haji. Mereka lantas diinapkan di hotel Bunga Karang, Jalan Kartini, Bekasi Timur.

Sebenarnya, rombongan asal Cirebon itu berangkat dari Kabupaten Cirebon masuk dalam kloter delapan berisi 444 jamaah plus enam petugas. Mereka diangkut menggunakan sepuluh bus.

Namun, sesampainya, di Subang pada pukul 20.30, Minggu (23/8), petugas haji memisahkan ke-24 jamaah dari rombongan dengan menggunakan satu bus. Berbagai pertanyaan timbul di benak mereka. Sebab petugas saat itu tidak menjelaskan maksud pemisahan tersebut.


“Saya yakin saat dipisahkan dari rombongan saat di Subang, pasti ada masalah dengan kami. Pas saya tanya mereka (petugas) tidak mau memberitahukan masalahnya apa,” ucap Kafabih (40), asal Desa Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, Cirebon.

Sesampainya di Kota Bekasi, bus tidak masuk ke Asrama Haji melainkan masuk ke dalam Hotel Bunga Karang yang berlokasi di Jalan Kartini. Kemudian ke-24 jamaah diinapkan di hotel berkelas melati itu. Kontan saja jamaah menolak bila harus menginap di hotel. Barulah saat di hotel petugas memberitahukan kalau visa haji mereka belum keluar, sehingga tidak diperbolehkan menginap di Asrama Haji.

“Tadinya kami semua disuruh pulang lagi ke Cirebon, tapi kami di sini tetap berusaha untuk mendapatkan visa agar bisa berangkat, tadi sudah ada perwakilan dari Kanwil Depag Jabar yang menemui kami,” ujar Kafabih saat ditemui di penginapan, Senin (24/8).

Jamaah haji, lanjut Kafabih yang berusia lanjut sempat mengalami stres memikirkan nasibnya, sampai tidak mau makan minum hanya terbaring saja di halaman musala hotel.

“Kasian yang sudah lanjut usia, sampai tidak mau makan minum, mikirin kepastian pemberangkatan. Harusnya kami dan rombongan lainya akan berangkat malam ini (tadi malam) pukul 00.00,” tuturnya dengan logat Cirebon.

Sementara Kanwil Depag Jabar, Heri Toha menjelaskan ke-24 jamaah itu sedang diusahakan untuk mendapatkan visa agar bisa berangkat dengan rombongan Kabupaten Cirebon di kloter delapan.

“Insya Allah sedang kami usahakan visanya untuk bisa berangkat bersama-sama kloter delapan. Dan sedang diusahakan untuk bisa masuk Asrama Haji dan tidak menginap di hotel lagi,” tandasnya.

Berkaca dari kloter pertama asal Kabupaten Tasikmalaya, tiga jamaah sampai saat ini belum bisa diberangkatkan ke Tanah Suci akibat visa yang belum keluar. Tetapi ketiga jamaah tidak diberangkatkan ke Asrama Haji melainkan harus menunggu di kediamannya masing-masing.

Sementara, calhaj asal Kabupaten Cirebon ini terkesan dipaksakan untuk datang ke Asrama Haji. Hingga akhirnya terlantar karena tidak diizinkan masuk ke Asrama Haji, sebelum mendapatkan visa. (dat)