Linmas Kutuk Sikap Arogan Lurah Prabu

LEPASKAN SERAGAM: Sejumlah anggota Linmas Kelurahan Bantargebang melepsakan seragam sebagai bentuk solidaritas karena sikap arogan dari Lurah Bantargebang, Prabu.
LEPASKAN SERAGAM: Sejumlah anggota Linmas Kelurahan Bantargebang melepsakan seragam sebagai bentuk solidaritas karena sikap arogan dari Lurah Bantargebang, Prabu.
LEPASKAN SERAGAM: Sejumlah anggota Linmas Kelurahan Bantargebang melepsakan seragam sebagai bentuk solidaritas karena sikap arogan dari Lurah Bantargebang, Prabu.

POJOKSATU.id, BEKASI – Berawal dari sikap arogan Lurah Bantargebang, Prabu yang tidak mengakui keberadaan anggota perlindungan masyarakat (Linmas), sejumlah petugas Linmas Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, kompak menanggalkan seragam mereka, Senin (24/8).

Komandan Pleton (Danton) Linmas Bantargebang, Onin mengatakan, sikap arogan Prabu yang dengan tegas tidak mengakui keberadaan Danton Linmas Kelurahan Bantargebang, menyulut emosi anggota Linmas di Kelurahan Bantargebang tersebut.

“Kami sebagai anggota Linmas sudah mengabdi selama puluhan tahun bahkan lebih dari seperempat abad di wilayah ini, tapi kami tidak minta dihormati maupun dihargai. Namun kami hanya kecewa dengan sikap Prabu yang menunjukan gaya preman, sehingga tidak menunjukan sikap pemimpin yang mengayomi,” ucapnya dengan nada kesal.

Awalnya, kata Onin, dia beserta anggota Linmas lainnya dikumpulkan oleh Prabu untuk mendatangi kantor Kelurahan Bantargebang, namun ketika berkumpul, Prabu tidak mengakui Onin sebagai Danton, termasuk soal kinerja. Dari situ membuat rekannya kecewa dengan sikap Prabu yang arogan.


“Kami jelas sangat kecewa, sebagai masyarakat bawah namun kami masih punya jiwa nasionalisme dengan menjaga keamanan lingkungan tanpa pamrih pada pemerintah. Dan kami meminta supaya lurah bertanggung jawab  dengan perbuatannya jika Kelurahan Bantargebang tanpa Linmas,” cetus Onin.

Anggota Linmas lainnya, Salam juga mengutuk sikap arogan Prabu sebagai Lurah Bantargebang. “Saya ikut merasa kecewa dengan sikap Prabu, yang bersikap kurang terpuji kepada anggota Linmas.

Padahal selama ini, saya sangat menghargai beliau sebagai pimpinan di wilayah Kelurahan Bantargebang, tapi karena sikapnya yang arogan tidak mengakui ada Danton Linmas, maka kami nyatakan tidak lagi menjadi anggota Linmas,” sesalnya.

Ketika Radar Bekasi ingin melakukan konfirmasi terkait peristiwa tersebut, Lurah Bantargebang, Prabu tidak bisa dihubungi ke telepon selularnya, begitu juga dengan pertanyaan melalui pesan singkat (SMS), tidak dibalas. (and)