Bupati Yakin SKPD Mampu Serap Anggaran

Neneng Hasanah Yasin
Neneng Hasanah Yasin
Neneng Hasanah Yasin

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin merasa yakin jika Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bakal mampu menyerap anggaran. Bahkan beberapa dinas yang mendapatkan jatah anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT), dinilainya akan mampu menjalankan tugasnya.

“Alhamdulillah mereka kerjanya on time, yes kita sih pengennya semua anggaran yang terserap sesuai proyek terealisasi,” ujarnya saat ditemui usai rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (24/8).

Bebeberapa waktu lalu, penyerapan APBD murni Kabupaten Bekasi masih di bawah 20 persen. Sementara saat itu tahun anggaran sudah memasuki pertengahan tahun dan akan masuk dalam tahapan pembahasan ABT.

Jika penyerapan anggaran minim, maka akan banyak kerugian yang dialami masyarakat Kabupaten Bekasi. Karena sejumlah proyek fisik bakal terganggu pembangunannya bahkan terancam tidak akan dibangun.


Meski demikian, Neneng merasa yakin jika serapan anggaran akan meningkat seiring dengan kinerja dari SKPD yang dianggap mengalami peningkatan.

Disinggung soal Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa), Neneng menilai jikla persoalan itu tidak hanya berasal dari APBD Kabupaten Bekasi semata, tetapi juga dari provinsi dan pusat. Sehingga kerap terjadi keterlambatan suplai anggaran dan mengakibatkan pembangunan terhambat.

“Kita kan dapat anggaran bukan cuma APBD kabupaten doang karena ada uang dari provinsi dan pusat yang datengnya lambat,” tuturnya.

Neneng membantah jika dikatakan SKPD tidak mampu menyerap anggaran. Karena kata dia, penyerapan anggaran untuk pelaksanaan pembangunan harus sesuai dengan juklak juknis.

“Juklak juknisnya kan ada, kalau (di proyeknya) gak ada, makanya kita gak bangun tapi kalau aturannya bisa ya kita kasih, kalo nggak ya kita tahan,” tuturnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Eka Supriatmaja mengatakan, meski serapan anggaran masih minim namun ABT tetap akan disahkan. Ia meminta agar penggunaan ABT sesuai dengan sasaran dan tidak menimbulkan silpa di tahun berikutnya.

“Kita berharap agar ABT yang dikucurkan nanti bisa tepat sasaran dan tepat guna,” ungkapnya. (dho)