Waduhhh.. Harga Pokok Ini Malah Ikut-ikutan Naik

IKUT NAIK: Harga cabai di pasaran saat ini ikut menanjak seiring naiknya sejumlah harga bahan pokok akibat bencana kekeringan.
IKUT NAIK: Harga cabai di pasaran saat ini ikut menanjak seiring naiknya sejumlah harga bahan pokok akibat bencana kekeringan.
IKUT NAIK: Harga cabai di pasaran saat ini ikut menanjak seiring naiknya sejumlah harga bahan pokok akibat bencana kekeringan.

POJOKSATU.id, TARUMAJAYA – Harga cabai kini berangsur naik perlahan. Dengan naiknya harga cabai, menambah deretan kebutuhan pokok yang merangkak naik, selain daging sapi dan daging ayam.

El nino atau pemanasan global yang datang lebih awal diduga menjadi penyebab naiknya harga cabai, dikarenakan cabai sendiri harus mendapatkan air dengan cukup.

Pedagang cabai di Pasar Tradisional Tarumajaya, Mantri mengatakan, kemarau panjang menjadi salah satu penyebab terdongkraknya harga cabai. Padahal menurutnya, harga cabai sempat turun beberapa waktu lalu.

“Kalo cabai ribet masalahnya, kemarau nggak kena air dia mati, kalau kena hujan dua hari berturut-turut ya mati juga, makanya sekarang naik lagi, padahal sudah sempat turun,” ungkapnya.


Di Pasar Tarumajaya sendiri kenaikan harga cabai rata-rata mengalami berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Seperti misalnya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan nenjadi Rp80 ribu dari sebelumnya hanha Rp60 ribu.

Panjangnya musim kemarau disinyalir menyebabkan banyak cabai di kebun mati perlahan dan menyebabkan kenaikan harga di pasaran tak terhindarkan.

“Cabai di kebun banyak yang mati karena emang nggak kena air,” ujarnya.

Selain berbagai jenis cabai, kenaikan sendiri juga terjadi pada bahan makanan dan sayur mayur seperti kacang panjang dan juga buncis. Di mana masing-masing mengalami kenaikan Rp5 ribu menjadi Rp15 ribu. (ich)