Wabup Akui Data Kemiskinan Dinsos Tak Akurat

Rohim Mintareja
Rohim Mintareja
Rohim Mintareja

POJOKSATU.id, CIBARUSAH – Wakil Bupati (Wabup) Bekasi Rohim Mintareja mengakui jika data kemiskinan yang dimiliki Dinas Sosial (Dinsos) tidak akurat. Kata dia, dari sekitar tiga juta jiwa warga Kabupaten Bekasi, tidak mungkin sekitar tiga persennya tergolong miskin.

Akurasi data yang dimiliki Dinsos pun perlu dipertanyakan. Karena berdasarkan hasil sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini, kata Rohim, angka kemiskinan mencapai lebih dari tujuh persen.

“Memang data dari Dinsos kemarin warga miskin ada 90 ribuan (tiga persen), sebelumnya ada 115 ribu, ini ada yang tidak akurat, makanya perlu pendataan ulang,” ucap Rohim saat ditemui dalam suatu kegiatan di Cibarusah, Minggu (23/8).

Menurut Rohim, pendataan kemiskinan sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinsos semata. Tetapi, instansi pemerintahan lainnya seperti Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) juga memiliki tugas pendataan yang sama.


“Jadi hasil sensus dan BPPKB bisa dilihat datanya berapa warga miskin di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Disinggung soal upaya untuk mengurangi angka kemiskinan, Rohim menjelaskan jika di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki program pengentasan kemiskinan. Seperti yang terdapat di Dinas Pendidikan, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) dan Dinas Kesehatan.

“Jadi beberapa dinas ada program itu (pengentasan kemiskinan) meskipun ada juga dari pemerintah pusat seperti Jamkesmas dan program lainnya,” terangnya.

Persoalan akurasi data kemiskinan yang dimiliki Dinsos sebelumnya juga dipertanyakan oleh komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi. Pihak legislatif menilai jika angka kemiskinan yang dimiliki dinas tersebut tidak masuk akal jika dibandingkan dengan jumlah warga Kabupaten Bekasi.

Komisi IV mendesak agar Dinsos memperbaiki dan melengkapi data angka kemiskinan. Karena beberapa bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah banyak yang mengandalkan data angka kemiskinan tersebut untuk pendistribusiannya. (dho)