Ternyata… Pembunuh Bayi Lucu Ini Adalah Saudara Kandungnya Sendiri

F-KRIMINAL-VITA DIANIAYA

POJOKSATU.id, BEKASI – Kasus kematian Rayyan Algifari, bayi berusia empat bulan, akhirnya terungkap. Rayyan tewas karena kehabisan nafas setelah dibekap kakaknya yang masih balita. Polisi pun menutup kasus ini lantaran pelakunya masih di bawah umur.

“Dari keterangan saksi, kakak korban mencoba menenangkan adiknya yang sedang menangis dengan bantal yang dibekapkan ke wajah sehingga kehabisan nafas,” ungkap Kapolresta Bekasi Kota Kombes Polisi Daniel Bolly Tifaona.

Hal tersebut terungkap, saat penyidik Polresta Bekasi Kota memeriksa sejumlah saksi. Di antaranya ibu korban VA, nenek korban, Ari Hananti yang juga pelapor, kakak VA bernama Yeni dan ketiga anak VA.


Namun, meski sudah diketahui pembunuh Rayyan, polisi memilih tidak menuntaskan kasus ini dengan alasan pelaku masih balita. “Pelaku masih balita, kasusnya ditutup dan rencana membongkar makam korban juga dibatalkan,” imbuh Kapolres.

Berdasarkan penyelidikan itu, ibu korban, VA (37) pun langsung dibebaskan. VA dinyatakan tak terbukti dalam kasus kematian anaknya pada 5 Agustus lalu itu.

Awal kejadian, kata Daniel, korban yang masih berusia empat bulan ini menangis. Kemudian sang ibu pergi ke warung untuk membeli susu. Saat itu korban ditinggal di rumah bersama kakak ketiganya. Karena selalu menangis sang kakak mencoba menenangkan adiknya dengan mengambil bantal yang berada di sebelah korban dan kemudian membekap wajah korban.

Ibu korban, VA membantah tuduhan yang menyebutkan dirinya terlibat dalam kematian anaknya. Korban tewas dengan kondisi penuh luka lebam di tubuhnya. Kematian korban dilaporkan ke polisi oleh neneknya Ari Hananti yang juga orangtua VA.

“Tidak mungkin saya melakukan itu, saya sayang Rayyan,” bela VA sambil menunduk sedih.

VA menceritakan, saat dirinya pulang dari warung sekitar 10 menit, Rayyan sudah tak bernafas dan bergerak. Melihat kondisi tersebut, dirinya langsung membawa anaknya ke RS Mitra Timur. Sayang sesampainya di RS nyawa Rayyan sudah tidak tertolong lagi.

Terkait luka lebam yang ada di tubuh korban, kuasa hukum VA menyatakan hal itu dianggap sebagai sebuah kewajaran.

“Begitu juga dengan rekaman medis yang menyebutkan korban tidak memiliki riwayat penyakit berbahaya,” pungkasnya. (dat)