Pedagang Mobkas Terancam Bangkrut

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Kebijakan alternatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk merangsang daya beli masyarakat dengan memasang down payment (DP) nol persen di sektor otomotif, dikeluhkan pedagang mobil bekasi (mobkas) di Bekasi.

Kebijakan memangkas DP itu dikhawatirkan akan membuat masyarakat lebih memilih membeli mobil baru ketimbang bekas. Saat ini DP membeli mobkas mencapai 25 persen.

Para pedagang mobkas, mengaku risau dengan kebijakan pemerintah itu. Salah satunya dikeluhkan M Syafri (42), pedagang mobkas di Jalan Raya Pekayon No. 18, Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

Pemilik showroom Dhavin Motor itu, mengeluhkan, bisnisnya bakal tergerus dengan kebijakan DP nol persen itu. “Kalau itu diberlakukan, gak ada yang mau beli mobil bekas. Semua orang pengennya mobil baru dong,” keluhnya.


“Pemerintah juga harus pikirkan nasib kita juga dong. Nggak boleh seenaknya gitu, kan kita juga bayar pajak,” tambahnya.

Syafril menambahkan, kebijakan DP yang saat ini diterapkan pemerintah sebesar 25 persen sudah cukup baik dan sesuai dengan kemampuan masyarakat. Dengan persentase ini showroom yang ia kelola mampu menjual lima hingga dua belas unit mobil sebulan.

“Saat ini, dengan DP 25 persen dari total harga, kami mampu menjual paling sedikit dua mobil dalam sehari. Tapi kalau diberlakukan 0 persen, jelas masyarakat lari semua ke mobil baru,” ungkap pria yang sudah puluhan tahun menjual mobil bekasi ini.

Hal serupa diungkapkan Rohadi, pedagang mobkas di daerah Bekasi Timur. Dirinya merasa khawatir kalau kebijakan 0 persen diberlakukan, sebab bisa menutup usahanya.

“Kalau diterapkan, wah bisa gak makan kami, karena usaha tutup. Mau jual apa? konsumen pasti cari mobil baru,” pungkasnya.

Di lain sisi, pantauan Radar Bekasi, kebijakan DP 0 persen ini bukan saja merugikan beberapa sektor pelaku usaha otomotif. Tapi juga berdampak pada perilaku masyarakat, hidup lebih konsumtif dan penuh ketergantungan hutang. (dat)