Lurah Pejuang Siap Diperiksa Polisi

PENYEROBOTAN TANAH: Sejumlah toko berdiri dan tidak terurus di lahan milik Kempot bin Siin yang sudah bertahun-tahun dimanfaatkan Oman Sunandi sebagai pasar liar di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI
PENYEROBOTAN TANAH: Sejumlah toko berdiri dan tidak terurus di lahan milik Kempot bin Siin yang sudah bertahun-tahun dimanfaatkan Oman Sunandi sebagai pasar liar di Kelurahan  Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI
PENYEROBOTAN TANAH: Sejumlah toko berdiri dan tidak terurus di lahan milik Kempot bin Siin yang sudah bertahun-tahun dimanfaatkan Oman Sunandi sebagai pasar liar di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Kuasa hukum ahli waris Kempot bin Siin, Zulkifli Lubis meminta pihak Kelurahan Pejuang agar memberikan informasi dan data yang akurat mengenai surat-surat tanah kliennya yang diserobot oleh Oman Sunandi.

“Karena selama ini, setiap kami datang ke Kelurahan Pejuang untuk mempertanyakan status tanah milik Kempot bin Siin yang sudah bertahun-tahun dijadikan Oman sebagai pasar liar, tidak pernah dilayani dengan baik. Seolah-olah pihak kelurahan tidak tahu, dan malah berpihak kepada Oman Sunandi, yang mendirikan pasar liar di tanah klien kami,” sesal Lubis.

Namun kata dia, pihaknya sudah melaporkan kasus penyerobotan tanah kliennya itu, dengan terlapor Oman Sunandi ke Polresta Bekasi Kota, melalui Unit Reserse Kriminal Harta Benda (Harda).

“Kami berharap, selain meminta keterangan dari Oman selaku penyerobot, pihak kepolisian juga harus memeriksa data-data yang ada di Kelurahan Pejuang, termasuk hilangnya nomor 118 dari buku c atas nama kliennya. Dan itu bisa menjadi bukti adanya keterlibatan pihak Kelurahan Pejuang,” tegas Lubis.


Dari situ, lanjut Lubis, akan ketahuan siapa yang ikut bermain dalam penyerobotan tanah Kempot bin Siin yang berada di wilayah RW 19, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria.

”Saya menduga, data kepemilikan keluarga Kempot bin Siin di Kelurahan Pejuang ada unsur kesengajaan dihilangkan,” tuding Lubis.

Ia juga mengimbau, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi maupun kepolisian harus lebih transparan dalam mengungkap sebuah persoalan warga. “Jangan ada unsur keberpihakan dan seolah-olah oknum yang bermain. Ini sama saja melemahkan penegakan hukum,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Pejuang, Nana Sukarna dengan nada yang menggebu-gebu dan seolah menantang jika pihaknya siap untuk memberikan keterangan apabila diperiksa oleh kepolisian.

Terkait hilangnya buku nomor 118 dari buku c yang ada di kelurahan, kata Nana, sudah ada penghapusan lantaran keluarga dari Syukron (yang disebut-sebut sebagai pihak penjual tanah tersebut kepada Oman Sunandi) sudah menjual habis tanah tersebut.

”Memang no 118 itu sudah dihapus dari buku c lantaran keluarga dari Syukron yang saat ini mengakui tanah tersebut milik mereka. Tapi dari segi pembuktian kepemilikan masih dipertanyakan. Sehingga tidak mungkin pegawai kelurahan menghapus kepemilikan masyarakat tanpa ada alasan. Oleh sebab itu, dihapusnya no 118 karena tanah itu sudah pernah dijual habis, karena ganti kepemilikan maka data tersebut dihapus,” kilahnya. (and)