Rochy Putiray: Polemik Bisa Selesai, Kuncinya Singkirkan Ego

FOTO BERSAMA : Sejumlah pemain sepak bola All Star foto bersama sebelum pertandingan di Stadion Patriot Kota Bekasi, Kamis (20/08).ARIESANT/RADAR BEKASI
FOTO BERSAMA : Sejumlah pemain sepak bola All Star foto bersama sebelum pertandingan di Stadion Patriot Kota Bekasi, Kamis (20/08).ARIESANT/RADAR BEKASI
FOTO BERSAMA : Sejumlah pemain sepak bola All Star foto bersama sebelum pertandingan di Stadion Patriot Kota Bekasi, Kamis (20/08).ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Eks pemain Timnas Indonesia, Rochy Putiray turut angkat bicara terkait persoalan yang mendera sepak bola Indonesia saat ini untuk bisa selesai.
Kata dia, baik PSSI maupun Kemenpora harus diisi orang-orang pintar yang seharusnya bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Pemain legendaris yang berjaya di masanya ini mengaku tidak terlalu banyak mengikuti persoalan saat ini, karena dirinya merasa persoalan yang mendera sepak bola Indonesia sejatinya bisa diselesaikan oleh kedua belah pihak.

“Di atas sudah banyak orang-orang pintar yang mikirin, sepak bola itu tidak akan mati. Lokal tetap jalan dengan kompetisi,” terangnya saat ditemui Radar Bekasi pada laga persahabatan beberapa mantan pemain Timnas Indonesia di Stadion Patriot Kota Bekasi.

“Persoalan saat ini saya yakin bisa selesai. Semua masalah pasti selesai tinggal kedua belah pihak melihat dan tidak mendahulukan ego masing-masing,” tambah mantan pemain timnas yang banyak andil di klub-klub di luar Indonesia kalau itu.


Ia tercatat pernah bermain untuk South China AA, hingga Kitchee SC. Bahkan ia sempat membobol gawang raksasa Italia, AC Milanbdan membawa Kithcee unggul 2-1 pada laga persahabatan 2004 lalu.

Pemain yang sempat menjadi perbincangan saat menyuarakan kebobrokan sepak bola Tanah Air di salah satu program stasiun TV, juga berpesan para petinggi bisa melihat besarnya antusiasme masyarakat Indonesia akan sepak bola. Sepak bola ditegaskannya, olahraga paling pertama digandrungi di Indonesia hampir 90 persen masyarakat.

“Di sanakan banyak orang pintar intelektual, mereka tahu harus bagaimana,” terang mantan pemain dengan ciri khas warna rambut ganti-ganti ini.

Pemain Indonesia yang sukses di masa emasnya ini juga berharap organisasi sepak bola harus bisa mementingkan kepentingan banyak pihak untuk kemajuan sepak bola Indonesia bukan kepentingan pribadi.

“Saya tidak mempermasalahkan siapa pun yang duduk di sana, di PSSI harus bersih dari pikiran duit dan lebih mementingkan pikiran orang banyak daripada pribadi,” tandasnya.(one)