Perbaikan Jembatan Hingga Desember, Berikut Jalur Alternatif bagi Masyarakat

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Masyarakat di Kota Bekasi tampaknya harus bersabar saat melintasi sejumlah jembatan yang saat ini sedang diperbaiki. Sebanyak sebelas jembatan dilebarkan dan ditinggikan.

Proyek pelebaran jembatan yang menelan anggaran hingga Rp89 miliar dari APBD Perubahan 2015 ini akan berlangsung hingga akhir tahun ini. Karena itu, bersiap-siaplah mencari jalan alternatif.

Rehabilitasi sebelas jembatan itu; meliputi Jembatan Mangseng di Jalan Raya Lingkar Utara, Bekasi Utara, Jembatan Kali Lengkak, Jalan Agus Salim, Bekasi Timur, Jembatan M Yamin, Bekasi Timur, Jembatan Jalan Kartini, Bekasi Timur, Jembatan Jalan Hasibuan, Bekasi Timur, Jembatan IKIP, Jalan Jatibening, Pondokgede, Jembatan Nasio, Jalan Raya Raya Jatimekar, Jatiasih, Jembatan Pengasinan, Rawalumbu, Jembatan Perumnas 3, Bekasi Timur, Jembatan Pejuang Jaya, Bekasi Utara, dan Jembatan Jatibening, Pondokgede. Rata-rata proyek pelebaran jembatan itu menelan anggaran hingga Rp1,2 miliar.

Rencananya, jembatan tersebut bakal dilebarkan mulai dari lima meter hingga tujuh meter. Sedangkan ketinggian jembatan ditambah menjadi maksimal dua meter. Proyek pelebaran jembatan itu diklaim Pemkot Bekasi sebagai antisipasi mencegah kemacetan dan banjir di musim hujan.


’’Beberapa sedang dalam proses pengerjaan. Tahap pertama akan selesai pada Oktober. Tahap kedua selesai Desember,’’ ungkap Kadis Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Tri Adhianto, kemarin.

Pantauan Radar Bekasi, beberapa titik jembatan sudah dalam tahap perbaikan, seperti di Agus Salim, Perumnas 3, IKIP, Kartini dan Pengasinan. Karena posisi jembatan sering dilewati pengguna jalan, maka masyarakat harus mencari jalan alternatif.

Pelebaran jembatan IKIP di Jalan Raya Jatibening, Pondokgede misalnya, kendaraan roda empat dialihkan melalui Jalan Ratna. Sedangkan kendaraan roda dua dialihkan melalui Perumahan Jatibening Baru.

Di jembatan Pengasinan, kendaraan dari arah tol Bekasi Timur dialihkan ke Perumahan Jatimulya atau Perumahan Pondok Hijau Permai.

Di jembatan Perumnas 3, roda empat dialihkan melalui Jalan Raya Maluku. Sedangkan roda dua melewati Jalan Timor dan Jalan Maluku 1.
Di jembatan Kartini, kendaraan roda dua dan empat dialihkan melalui perumahan Kartini menuju Jalan Juanda. Sedangkan di jembatan Kali Lengkak, roda empat dan roda dua melintasi jalan Underpass Pasar Baru.

Lamanya proses pelebaran jembatan itu, menuai reaksi dari para pengguna jalan. Pasalnya, bila jam sibuk penumpukan kendaraan terjadi hingga mengalami kemacetan berjam-jam.

Seperti yang diungkapkan Djohari, warga Kecamatan Mustikajaya. Bila pagi hari, untuk menuju tol timur bisa mencapai satu jam lamanya. Padahal, biasanya saat jembatan belum direnovasi untuk menuju tol timur hanya membutuhkan waktu 20 menit.

“Parah di sini kalau pagi macetnya bisa satu jam ke tol Timur. Biasanya cuma 20 menit udah masuk tol Timur,” ucap pria berkaca mata ini Jumat (21/8).

Hal yang serupa juga dialami warga Perumnas 3 Kelurahan Arenjaya. Jalan alternatif yang sempit untuk roda empat mengakibatkan macet yang panjang untuk menuju Bulakkapal. Apalagi sering terjadi penutupan jalan secara sepihak oleh warga yang tinggal di lingkungan tersebut karena alasan membahayakan warga.

“Kadang lewat sini suka ditutup jalannya. Padahal tidak ada jalan lagi. Jadi bingung kalau muter lewat Indoporlen jauh. Kapan sih selesainya jembatan, kayaknya lama banget,” ujar pria yang mempunyai kesibukan di Pemkot Bekasi.

Beberapa pengerjaan jembatan, seperti di Pengasinan dan Perumnas 3 telah dilaksanakan sejak awal Juni. Dan belum selesai hingga saat ini. (dat)