Paspor Hilang, Nek Itoh Lebih Memilih Tunggu Suami

DITUNDA: Itoh Masitoh (kiri), calon haji asal Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa menunda keberangkatannya ke tanah suci setelah paspornya hilang saat pemeriksaan di Asrama Haji Bekasi menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. ARIESANT/RADAR BEKASI
DITUNDA: Itoh Masitoh (kiri), calon haji asal Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa menunda keberangkatannya ke tanah suci setelah paspornya hilang saat pemeriksaan di Asrama Haji Bekasi menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. ARIESANT/RADAR BEKASI
DITUNDA: Itoh Masitoh (kiri), calon haji asal Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa menunda keberangkatannya ke tanah suci setelah paspornya hilang saat pemeriksaan di Asrama Haji Bekasi menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Peristiwa dramatis terjadi jelang keberangkatan calon jamaah haji (CJH) kloter satu asal Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin. Itoh Masitoh (70) harus menunda keberangkatannya ke Tanah Suci lantaran paspornya tiba-tiba hilang saat akan boarding pass menuju Bandara Halim Perdanakusuma, di Asrama Haji Bekasi, kemarin.

Sementara sang suami, Umar (73), terpaksa berangkat sendiri meninggalkan istrinya yang masih tetap berharap bisa berangkat. Masitoh harus menunggu paspor baru sebagai pengganti paspornya yang hilang.

“Gimana ini pak, saya tidak bisa berangkat, saya gak mau sendiri di sini. Saya mau berangkat bersama suami saya,” ucap Itoh kepada petugas dengan logat sundanya yang khas.

Jamaah asal Kabupaten Tasikmalaya ini, sempat memaksakan berangkat dengan rombongan, meski tidak membawa paspor. Sambil menangis, Itoh terus berusaha agar diizinkan untuk berangkat.


Hingga akhirnya petugas Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) memberikan penjelasan kepada Itoh yang didampingi sang suami. Pemberangkatan hanya ditunda bukan dibatalkan.

Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat, Ajam Mustajam, mengaku merasa prihatin dengan cobaan yang diberikan pasutri ini. “Ini suatu cobaan yang harus dihadapi. Tapi ini hanya ditunda, bukan dibatalkan. Sampai ibu Itoh mempunyai paspor lagi, kemungkinan hari Selasa sudah bisa diberangkatkan ke Tanah Suci menunggu paspor yang jadi,” ujar Ajam.

Pantauan Radar Bekasi, selain Itoh yang keberangkatanya harus ditunda. Ada empat calon jamaah haji lagi yang harus bersabar. Empat jamaah yang terdiri dua pasutri yang juga asal Kabupaten Tasikmalaya ini, tidak diizinkan berangkat karena kesehatannya menurun. Kedua jamaah haji wanita ini tidak diperbolehkan berangkat ke Tanah Suci sampai kesehatannya pulih. Beruntung suami mereka ikut memilih menunda keberangkatanya, sehingga saat dalam perawatan kedua suami menemani hingga kesehatannya pulih.

Terdapat tiga calon jamaah haji lain yang juga tertunda keberangkatannya. Itu lantaran visa mereka belum selesai. Ketiga jamaah ini masih berada di daerah asalnya Kabupaten Tasikmalaya dan belum berada di asrama haji. Total jamaah haji yang tertunda keberangkatannya sebanyak delapan jamaah, lima jamaah berada di asrama haji, tiga jamaah masih berada di daerah asalnya.

Total keberangkatan kloter pertama calon jamaah haji, 446 orang dan ditambah enam petugas. (dat)