Kendaraan Tonase Besar Disoal Warga

SEBABKAN KERUSAKAN: Kendaraan bertonase besar dituding menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan yang baru diperbaiki.
SEBABKAN KERUSAKAN: Kendaraan bertonase besar dituding menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan yang baru diperbaiki.
SEBABKAN KERUSAKAN: Kendaraan bertonase besar dituding menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan yang baru diperbaiki.

POJOKSATU.id, TARUMAJAYA – Warga Desa Pantaimakmur mengeluhkan banyaknya kendaraan bertonase besar yang dinilai menjadi penyebab rusaknya jalan. Selain itu, dengan rusaknya jalan juga kemudian menjadi hambatan tersendiri bagi perekonomian  masyarakat setempat.

“Kecewa juga sebenarnya, saya juga kerja harusnya cuma butuh waktu 15 menit karena rusak bisa sampai satu jam,” keluh warga Kampung Tanahbaru, Desa Pantaimakmur, Joni.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Aldo menilai perbaikan yang dilakukan oleh pengembang tidak serius. Pasalnya, baru dua bulan jalan utama di Kampung Bojong, Desa Pantaimakmur diperbaiki, saat ini kondisinya sudah mulai rusak.

“Soalnya kalau mereka serius, pastinya tidak hanya tambal sulam dengan aspal seperti ini, pasti dengan beton, soalnya ini kan kepentingan mereka juga,” ujarnya.


Dia menambahkan, perbaikan jalan yang belum lama dilakukan cepat mengalami kerusakan lantaran banyak kendaraan bertonase besar sering melintas. Apalagi pengembang Perumahan Segara City mulai beroperasi dan truk milik pengembang rata-rata bertonase hingga 20 ton.

Aldo meminta kepada pihak terkait agar mempertanyakan kelegalitasan aktivitas pengurukan tanah yang dilakukan. Karena sebelumnya pihak pengembang belum mempunyai izin untuk melintas.

“Saya harap Muspika jangan tutup mata dan berdiam diri, cek lagi izin sudah ada atau belum, cek lagi pengembang sudah sesuai MoU waktu itu atau belum,” tukasnya.

Perlu diketahui, dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya disepakati, penggunaan kendaraan pengangkut hanya diizinkan untuk truk kecil. Akan tetapi pada kenyataannya truk yang beroperasi bertonase hingga 20 ton. (ich)