Kejari Bidik Tersangka dari BTR

Ferly Sarkowi
Ferly Sarkowi
Ferly Sarkowi

POJOKSATU.id, BEKASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi, masih terus mengembangkan kasus dugaan penjualan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sumurbatu yang berlokasi di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.

Sebelumnya, Kejari Bekasi telah mentepakan tiga tersangka dalam kasus yang merugikan keuangan negara sekitar Rp1,2 miliar terkait penjualan lahan TPU milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tersebut. Dua orang sudah ditahan, yaitu Nurtani, mantan camat Bantargebang, dan Sumiati, mantan Lurah Sumurbatu. Sedangkan Gatot Setejo (GS), melarikan diri dan kini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Bekasi.

Kini Kejari sedang membidik oknum pegawai pengembang perumahan Bekasi Timur Regency (BTR) yang diduga ikut terlibat dalam upaya penjualan lahan TPU tersebut.

Kasi intel Kejari Bekasi, Ferly Sarkowi mengatakan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada oknum pegawai dari BTR yang dengan sengaja ikut bermain dalam penjualan aset negara ini.


Sementara belum tertangkapnya GS, yang diduga merupakan aktor utama penjualan TPU Sumurbatu itu, menurut Ferly, tidak menghalangi proses hukum dari perkara ini. Bahkan jika nantinya GS belum tertangkap dan berkas sudah dilimpahkan ke pengadilan, maka proses hukum (persidangan) tetap bisa berjalan.

Ferly mengakui, pihaknya masih kesulitan untuk mengetahui keberadaan GS, meski beberapa waktu lalu sempat dikabarkan berada di daerah Garut Jawa Barat.

Untuk diketahui, perumahan BTR yang berdiri di lahan seluas 1,1 hektar di Bekasi Timur Regency V tersebut, sudah dibangun rumah yang dihuni tak kurang dari 300 kepala keluarga (KK), meski lahannya saat ini sudah disita oleh Kejari Bekasi. (and)