Data Gakin Dianggap Tak Sesuai Fakta

Dede Iswandi
Dede Iswandi
Dede Iswandi

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi merasa aneh dengan data keluarga miskin (Gakin) yang dimiliki Dinas Sosial (Dinsos). Pasalnya, dari sekitar tiga juga jiwa warga Kabupaten Bekasi, hanya tiga persen atau 90 ribu jiwa yang dianggap masuk dalam golongan gakin.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Dede Iswandi merasa jika data gakin yang dimiliki Dinsos tidak masuk akal. Menurut dia, ada kesalahan validasi sehingga angka gakin lebih kecil dari fakta di lapangan.

Akurasi data gakin menurut Dede bukan hanya sekadar persoalan angka. Tetapi juga menyangkut soal distribusi bantuan untuk keluarga miskin dari pemerintah daerah dan pusat. Sehingga ketika data tersebut tidak akurat, maka banyak warga yang tergolong gakin tidak mendapat bantuan.

“Kalau data itu valid di Dinas Sosial, segala bantuan juga apa pun tidak akan susah. Misalnya beras miskin itu kan dari gakin, bantuan kartu Indonesia sehat juga gakin. Jadi sumbernya bisa satu,” jelasnya.


Dede menyarankan untuk sementara waktu warga yang tergolong tidak mampu dan tidak masuk dalam data gakin agar menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Sayangnya, kartu tersebut kini justru banyak digunakan oleh warga kelas menengah ke atas.

“SKTM itu dimanfaatkan orang ekonomi menengah ke atas, jangan kemudian perilaku orang kaya kemudian berpilaku seperti itu (miskin), kebijakan itu kepada orang miksin, mestinya diperketat di SKTM-nya,” ujarnya.

Data gakin berasal dari Pusgakin yang diberikan dari Kementerian Sosial ke Dinsos. Setelah mendapatkan data tersebut, Disos memvalidasi kembali kebenaran data tersebut.

“Yang lebih baik dari Dinsos dulu baru ke Kemensos artinya bottom up,” katanya. (dho)