Bucek Keluhkan Alat yang Tidak Kunjung Ada

TAKE OFF: Atlet Paralayang Pelatda Jabar melakukan take off dari ketinggian dalam sesi latihan di kawasan wisata Batu Dua Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.
TAKE OFF: Atlet Paralayang Pelatda Jabar melakukan take off dari ketinggian dalam sesi latihan di kawasan wisata Batu Dua Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.
TAKE OFF: Atlet Paralayang Pelatda Jabar melakukan take off dari ketinggian dalam sesi latihan di kawasan wisata Batu Dua Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.

POJOKSATU.id, BEKASI – Pelatih Persatuan Paralayang dan Gantole Indonesia (PGPI) Jawa Barat (Jabar), Al Athrur Muchtar (Bucek) mengeluhkan peralatan dan perlengkapan latihan atlet Pelatda Jabar yang hingga hari ini belum juga terealisasi oleh KONI Jabar.

Menurutnya, olahraga paralayang merupakan olahraga yang penuh akan risiko. Pasalnya, olahraga ini membawa nyawa dari setiap atletnya yang melakukan penerbangan dengan menggunakan parasut. Tingkat risiko akan semakin besar, jika atlet tidak ditunjang dengan peralatan yang cukup memadai.

“Peralatan dan perlengkapan atlet harus sesuai dengan standarisasi keselamatan,” kata Bucek kepada Radar Bekasi saat dikonfirmasi melalu via telepon.

Selain itu, tambah dia, peralatan seperti parasut yang nantinya digunakan oleh atlet harus melalui proses adaptasi terlebih dahulu. Itu dikarenakan atlet membutuhkan penyesuaian alat tersebut.


“Waktu normal untuk atlet beradaptasi dengan parasut kurang lebih memakan waktu sekitar 3 bulan,” tegasnya.

Untuk itu, Bucek berharap agar pihak KONI Jabar dapat memperhatikan hal tersebut secara serius. Setidaknya KONI bisa menindaklanjuti secara cepat perihal pengajuan kebutuhan peralatan atlet paralayang kepada pihak Disorda Jabar, mengingat sudah tidak banyak waktu lagi yang tersisa sebelum perhelatan PON XIX berlangsung.

“Olahraga ini taruhannya nyawa, jangan sampai dianggap sepele karena akan berakibat fatal nantinya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, cabang olahraga paralayang mempertandingkan empat nomor pada perhelatan PON XIX Jabar XII 2016. Empat nomor pertandingan tersebut antara lain nomor ketepatan mendarat perorangan putra, lintas alam jarak terbuka perorangan putra, lintas alam jarak tertutup perorangan putra serta kategori beregu putra.

“Dari empat nomor yang dipertandingkan, tidak satu pun kategori nomor putri dipertandingkan. Padahal juara dunia paralayang putri bersumber dari atlet Indonesia,” sesalnya.(asd)