Warga Harapan Baru Menjerit

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Warga di Perumahan Harapan Baru 1 dan 2, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat menagih janji PDAM Tirta Bhagasasi, terkait pembuatan rumah pompa yang tidak kunjung dikerjakan di perumahan tersebut. Semula rumah pompa diharapkan mampu memperlancar distribusi air ke rumah warga. Nyatanya, lokasi yang seharusnya dijadikan rumah pompa justru berubah fungsi menjadi kantor unit.

PDAM Tirta Bhagasasi disebut-sebut meminjam lahan fasos fasum di Perumahan Harapan Baru, tepatnya di RW 20 untuk digunakan sebagai rumah pompa. Kini, setelah bangunan itu berdiri, tidak dipergunakan sebagai rumah pompa, tapi dialihkan menjadi loket pembayaran air.

Semula warga tidak protes dengan perubahan tersebut. Lantaran pasokan air PDAM ke pelanggan di perumahan itu masih lancar, besar, dan bagus. Kini, setelah bertambah penduduk dan pelanggan perusahaan air pelat merah itu, suplai air tak sebaik dan selancar dulu. Aliran airnya sering kecil hingga sering tidak keluar. Mereka berharap rumah pompa yang dulu dijanjikan itu, dihadirkan kembali dan berharap suplai air normal.

“Air di sini sudah kecil keluarnya, tidak sebanding dengan yang kita bayar per bulannya. Harusnya sudah ada rumah pompa untuk membantu tekanan air ke rumah warga. Ini malah dialihfungsikan jadi tempat pembayaran,” ungkap Sekretaris LPM Kelurahan Kota Baru, Agus Sucipto, Kamis (20/8).


Agus berharap PDAM Tirta Bhagasasi segera menepati janjinya. Sebab, lahan fasos fasum yang berada di RW 20 statusnya dipinjamkan untuk rumah pompa, bukan loket pembayaran.

“Kalau awalnya akan dibangun rumah pompa, tapi sekarang nyatanya beda, itu sama juga sudah alih fungsi. Tidak sesuai pengajuan awal. Kalau tidak ada rumah pompa masyarakat di sini dibuat susah namanya,” tutur pria yang sudah menetap lama di Perumahan Harapan Baru 1 ini.

Hal senada diungkapkan Ketua BKM Satwoko. Dia menegaskan pihaknya sudah melayangkan surat ke PDAM Tirta Bhagasasi, namun belum juga ada tanggapan terkait keluhan warga.

“Kami sudah layangkan surat tapi sampai sekarang belum juga ada tanggapan. Udah sekitar dua minggu surat itu dilayangkan. Tapi sepertinya tidak direspon,” ujarnya.

Warga Perumahan Harapan Baru 1 dan 2 juga berencana akan mengambil tindakan bila tuntutan warga tidak direspon oleh PDAM dalam waktu dekat ini.

Terpisah, Humas PDAM Tirta Bhagasasi Endang Kurnaen, berjanji bakal menyampaikan keluhan warga tersebut ke kepala cabang pembantu setempat. ’’Baik Kang, akan saya sampaikan ke kepala cabang pembantu Harapan Baru terkait keluhan warga. Trims infonya,’’ jawabnya. (dat)