Mahal, Jengkol Sepi Peminat

SEPI PEMINAT: Lantaran naiknya harga jengkol saat ini, peminat jengkol yang biasanya belanja di Pasar Induk Cibitung kian menurun.
SEPI PEMINAT: Lantaran naiknya harga jengkol saat ini, peminat jengkol yang biasanya belanja di Pasar Induk Cibitung kian menurun.
SEPI PEMINAT: Lantaran naiknya harga jengkol saat ini, peminat jengkol yang biasanya belanja di Pasar Induk Cibitung kian menurun.

POJOKSATU.id, CIBITUNG – Peminat jengkol kian menghilang, dari penjualan yang rata-rata per hari bisa mencapai 30 karung, saat ini penjualan jengkol hanya bisa tembus 15 karung. Sepinya peminat jengkol disinyalir lantaran mahalnya harga jengkol saat ini.

“Sekarang sepi, biasanya kalau belum naik sehari bisa habis 25 sampai 30 karung, tapi sekarang paling 15 sampai 20 karung,” ungkap seorang pedagang jengkol di Pasar Induk Cibitung, Munir (25).

Karena sepi peminat, pedagang jengkol saat ini tidak mau terlalu banyak menyimpan stok barang. Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas jengkol yang menjadi layu jika terlalu lama disimpan di gudang penyimpanan.

Menurut Munir, jika hal itu tetap dilakukan, maka kualitas jengkol yang dijual akan menurun. Apabila hal itu terjadi maka secara otomatis kerugian juga harus diderita pedagang. “Nggak berani saya nyetok banyak takut rugi. Karena jengkol cuma bisa tahan tiga atau empat hari,” terangnya.


Dia menambahkan, kenaikan harga jengkol terjadi cukup signifikan. Dari semula harga jengkol hanya berkisar Rp35 ribu per kilogram, saat ini harganya mencapai Rp50 ribu per kilogram.

“Saya dapat pasokan dari Bengkulu dan Lampung, tapi karena harga naik jadi sepi pembeli,” tutupnya. (put)