Dua Ribu Warga Belum Miliki KTP Elektronik

REKAM : Seorang petugas Disdukcapil Kabupaten Bekasi sedang merekam data warga yang membuat KTP elektronik. Hingga saat ini ada sekitar dua ribu warga yang belum memiliki KTP elektronik.
REKAM : Seorang petugas Disdukcapil Kabupaten Bekasi sedang merekam data warga yang membuat KTP elektronik. Hingga saat ini ada sekitar dua ribu warga yang belum memiliki KTP elektronik.
REKAM : Seorang petugas Disdukcapil Kabupaten Bekasi sedang merekam data warga yang membuat KTP elektronik. Hingga saat ini ada sekitar dua ribu warga yang belum memiliki KTP elektronik.

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Sekitar dua ribu jiwa warga Kabupaten Bekasi belum memiliki KTP elektronik. Diprediksi jumlah tersebut bakal terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk baik secara alami maupun akibat urbanisasi.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi saat ini secara bertahap menerbitkan KTP elektronik. Karena KTP dengan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK), atau kartu identitas kependudukan yang terbuat dari kertas sudah tidak berlaku lagi.

“Ini berdasarkan Peraturan Presiden RI nomor 112 tahun 2013 tentang perpanjangan masa berlakunya KTP non-elektronik yang sudah habis hingga 31 Desember 2014,” ucap Kepala Bidang Data dan Evaluasi pada Disdukcapil Kabupaten Bekasi, Muhammad Ridwan.

Dituturkan Ridwan, agar KTP lama tidak beredar kembali, pihaknya menyurati pihak kecamatan dan desa. Tujuannya agar pemerintahan di tingkat bawah untuk tidak mencetak kembali KTP non elektronik.


Disinggung soal masih banyaknya warga yang belum memiliki KTP elektronik, Ridwan berdalih jika hal itu disebabkan karena alat perekam data yang kerap rusak.

“Kemarin memang alat sering rusak makanya tersendat pembuatan KTP elektronik, tapi seiring dengan pelimpahan pencetakan KTP elektronik di daerah, maka warga yang melakukan perekaman bisa langsung mendapatkan KTP elektronik hari itu juga mengingat saat ini sistemnya sudah langsung online ke kementerian,” terangnya.

Ridwan menyadari jika identitas kependudukan yang baru berupa KTP elektronik sangat diperlukan warga untuk keperluan validasi data kependudukan. Oleh sebab itu kata dia, pemerintah daerah berupaya agar seluruh warga Kabupaten Bekasi memiliki KTP elektronik.

Sementara itu, di Desa Pasirgombong, Cikarang Utara banyak warga yang mengeluh karena tidak terdaftar namanya untuk mengurus KTP elektronik. Padahal, di desa tersebut kebanyakan penduduk asli yang sudah mengantongi KTP selama puluhan tahun.

“Nama saya gak tercatat di desa, padahal saya udah punya KTP sini sudah hampir 10 tahun,” ucap Mulyana (45), warga Desa Pasirgombong.

Menurut Mulyana, ada puluhan warga lainnya yang bernasib sama dengannya. Ia meminta agar pemerintah desa dan kecamatan untuk mencari solusi terkait persoalan tersebut. (dho)