Distako Segel Dua Cluster di Mustikasari

LIHAT SEGEL: Seorang warga melihat plang segel yang dilakukan Distako atas pembangunan rumah cluster di RT 01 RW 05 Mustikasari, karena belum memiliki IMB dan site plan. ANDI/RADAR BEKASI
LIHAT SEGEL: Seorang warga melihat plang segel yang dilakukan Distako atas pembangunan rumah cluster di RT 01 RW 05 Mustikasari, karena belum memiliki IMB dan site plan. ANDI/RADAR BEKASI
LIHAT SEGEL: Seorang warga melihat plang segel yang dilakukan Distako atas pembangunan rumah cluster di RT 01 RW 05 Mustikasari, karena belum memiliki IMB dan site plan. ANDI/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, MUSTIKAJAYA- Karena belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan site plan, akhirnya Dinas Tata Kota (Distako) Bekasi menyegel pembangunan rumah cluster di Kelurahan Mustikasari. Rumah cluster tersebut adalah Cluster Ayana 1 yang berada di RT 001 RW 05, Mustikasari dan Cluster Ayana 2 di RT 003 RW 02, Mustikajaya.

“Kami menyegel dua cluster. Yang pertama Cluster Ayana 1 ada 10 unit bangunan rumah dan di Cluster Ayan 2 ada 20 unit bangunan rumah, jadi total yang disegel ada 30 unit,” ujar Kasi Pembongkaran Distako Bekasi, Bilang Gilang Harahap, kepada Radar Bekasi, Kamis (20/8).

Kata dia, penyegelan dilakukan agar tidak ada proses pembangunan di lokasi tersebut. Distako memberikan waktu 30 hari kepada pihak pengembang untuk segera melengkapi proses perizinan. Dalam proses penyegelan tersebut, pihaknya menurunkan sebanyak 50 personel Satpol PP Kota Bekasi.

“Rumah yang sudah ada penghuninya di Cluster Ayana 1, itu pun baru satu keluarga, sedangkan di Cluster Ayana 2 sama sekali belum ada penghuninya,” terang Bilang.


Pihaknya akan mengusir penghuni yang sudah tinggal di rumah tersebut dan melakukan penggusuran terhadap dua cluster yang sedang proses pembangunan.  Diki yang sudah menempati Cluster Ayana 1, akan meminta pertanggung jawaban kepada pihak pengembang, kenapa bisa terjadi penyegelan. Sebab dengan adanya penyegelan itu, membuat keluarganya merasa tidak nyaman.

”Kalau saya sebagai konsumen tahunya kan cuma pengen tinggal di rumah yang nyaman dan aman. Namun dengan adanya penyegelan seperti ini, tentunya saya akan menuntut pihak pengembang,” ucapnya kesal. (and)