Terkesan dengan Diklat ala Prabowo

DIKLAT: Enam anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi berpose bersama ketika mengikuti Diklat Pendidikan dan Komunitas yang dihelat DPP di Bogor.
DIKLAT: Enam anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi berpose bersama ketika mengikuti Diklat Pendidikan dan Komunitas yang dihelat DPP di Bogor.
DIKLAT: Enam anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi berpose bersama ketika mengikuti Diklat Pendidikan dan Komunitas yang dihelat DPP di Bogor.

POJOKSATU.id, BEKASI – Sebanyak 2.220 anggota legislatif dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) melakukan kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) di Lapangan Hambalangan, Gunung Putri Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota dewan dari partai besutan Prabowo Subianto se-Indonesia termasuk Kota Bekasi.

Kegiatan diklat berlangsung selama empat hari terhitung 14-17 Agustus 2015 yang diakhiri dengan kegiatan upacara HUT Kemerdekaan ke-70 yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.

Fraksi Gerindra Kota Bekasi sendiri mengirimkan enam kadernya yang merupakan anggota DPRD Kota Bekasi di antaranya Sarni Ruminta Sihombing, Irman Firmansyah, H Epi, Murfatih, Bambang dan M Dian.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi, Sarni Ruminta Sihombing mengatakan, pada diklat seluruh peserta diberikan segala bentuk pendidikan baik fisik, materi komunikasi, kedisiplinan dan pematangan program Partai Gerindra.


“Pak Prabowo Subianto selaku Ketua DPP mengundang semua anggota legislatifnya dari seluruh Indonesia bertujuan sebagai bentuk silahturahim dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan kami yang telah memenangkan Gerindra di dapil masing-masing,” terang dia.

Pada kesempatan itu juga, Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) memberi support kepada seluruh anggota legislatif Gerindra untuk serta menjalankan program aksi di antaranya ekonomi kerakyatan. “Kami benar – benar dilatih dalam kedisiplinan dan komunikasi, apa yang diberikan pada saat diklat sangat berguna bagi kami yang duduk menjadi wakil rakyat di legislatif,” ujarnya.

Sarni menceritakan pengalamannya saat diklat pendidikan dan pelatihan kedisiplinan, puluhan tenda berkelir hijau tua terpasang rapih di bibir lapangan rumput Polo Nusantara Club, Bogor, Jawa Barat. Di dalamnya berderet kasur putih tipis yang bawahnya dilapisi papan tripleks. Selama empat hari, sebanyak 2.220 anggota legislatif Partai Gerindra wajib tidur di barak tersebut.

Lanjut Sarni menceritakan, pada saat itu semua kader berbaur dan tidur layaknya prajurit di barak yang sama. Namun, sambung Sarni, diklat ala partainya tidak militeristik walau sarana yang digunakan seperti tentara. Kegiatan lebih bersifat pembekalan wawasan bagi kader. “Semua diperlakukan sama. Kami banyak belajar ilmu kedisiplinan dari diklat,” jelasnya.

Para legislator tidur dalam tenda yang dihuni 12-16 orang. Tidak ada pemisahan anggota DPR dengan anggota DPRD provinsi atau DPRD kota/kabupaten. Mereka berbaur dalam tenda yang sama.

“Kebersamaan yang luar biasa, silaturahmi lebih terjalin, hasilnya kami semakin akrab dan bisa bertukar pikiran juga info terkini,” ungkapnya.

Diakui Sarni, banyak pengalaman baru yang didapat para anggota dewan selama tidur di barak. Mereka ikut merasakan bagaimana merananya hidup para pengungsi atau korban bencana yang terpaksa tidur di tenda darurat.

“Bayangkan saja, untuk bisa mandi kami harus mengantri lama di kamar mandi portable yang di ada di Polo Club,” tandasnya. (sar)