Pembangunan Hambat Saluran Air

POMPANISASI: Sejumlah petani sedang sibuk mengairi bendungan air dengan selang pompanisasi di sekitar persawahan Kampung Cangkring, Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani.
POMPANISASI: Sejumlah petani sedang sibuk mengairi bendungan air dengan selang pompanisasi di sekitar persawahan Kampung Cangkring, Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani.
POMPANISASI: Sejumlah petani sedang sibuk mengairi bendungan air dengan selang pompanisasi di sekitar persawahan Kampung Cangkring, Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani.

POJOKSATU.id, SUKATANI – Kekeringan dan dampak pembangunan yang tidak merata mengakibatkan saluran air Bekasi Jaga Wana yang mengairi areal persawahan di Kampung Cangkring, Desa Sukasih, Kecamatan Sukatani, terganggu. Pasalnya, Perumahan Grama Puri, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung sudah menghambat saluran air hingga mengakibatkan air tidak dapat mengairi sawah.

“Kalau tidak tertanami maka, 3,5 ton padi terancam gagal, atau produksi hilang. Maka sudah jelas, ratusan petani akan kemiskinan,” ujar Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian dan Peternakan
(BP3K) Kecamatan Sukatani, Rita, Rabu (19/8).

Kata dia, hingga saat ini air yang minim selalu diributkan petani. Beberapa di antaranya, ada yang mengairi dengan cara membendung saluran dan mengairi sawah pribadi. Masalah tersebut kian pelik saat pemilik sawah lainnya protes. “Maka upaya yang dilakukan dengan pompanisasi dengan daya sedot empat inci,” lanjutnya.

Bendungan Cangkkring yang sudah ditata sedemikian rupa dengan mengandalkan dana swadaya petani mengalami jebol beberapa waktu lalu. Bahkan mengikis tanah persawahan lainnya.  Sudah lima tahun sepuluh musim lamanya hal itu terjadi semenjak ada perumahan di wilayah tersebut, permasalahan air selalu terjadi dan tak kunjung selesai. (dan)