Operasi Pasar Masih Wacana

SEPI PEMBELI: Di tengah melambungnya harga daging sapi, berdampak terhadap sepinya pembeli di Pasar Baru Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI
SEPI PEMBELI: Di tengah melambungnya harga daging sapi,  berdampak terhadap sepinya pembeli di Pasar Baru Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI
SEPI PEMBELI: Di tengah melambungnya harga daging sapi, berdampak terhadap sepinya pembeli di Pasar Baru Bekasi. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Masih tingginya harga daging sapi di pasaran, berdampak terhadap omzet para pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional, khususnya di Pasar Baru, Bekasi Timur.

Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi belum bisa berbuat banyak, dan untuk melakukan operasi pasar hanya sebatas wacana saja.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Acheng Solahudin mengatakan, pihaknya sudah mewacanakan untuk melakukan operasi pasar dengan menggelontorkan dua ribu kilogram (kg) daging sapi ke pasar tradisional di Kota Bekasi.

“Memang sampai saat ini harga daging sapi belum stabil sehingga membuat para pedagang maupun pembeli merasa keberatan. Oleh sebab itu kami akan menyiapkan dua ribu kg daging sapi pada saat melakukan operasi pasar,” janjinya.


Menurut Acheng, untuk pendistribusian pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera). “Kami sudah berkomunikasi untuk menyiapkan daging dengan harga Rp90 ribu/kg, dan untuk pembelian kami batasi untuk masyarakat 25 kg dan untuk pedagang 65 kg,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dispera, Deded Kusmayadi belum mengetahui secara pasti kapan operasi pasar dilakukan, meskipun saat ini masyarakat sangat membutuhkan daging sapi yang harganya masih berkisar Rp120-130 ribu/kg.

“Kalau bisa operasi pasar secepatnya dilakukan. Kami sudah menentukan lokasinya di empat titik, yakni Pasar Kranjibaru, Bintara, Pasar Baru, dan Bantargebang. Namun kapan pastinya dilakukan, saya belum bisa menjawab,” terangnya. (and)