Minim Laporan, Sekolah ‘Rombeng’ Diabaikan

ROMBENG: Atap plafon SDN Kayuringin VI sudah jebol. Diharapkan, Pemkot Bekasi segera memperbaiki sekolah yang sudah tidak layak.
ROMBENG: Atap plafon SDN Kayuringin VI sudah jebol. Diharapkan, Pemkot Bekasi segera memperbaiki sekolah yang sudah tidak layak.
ROMBENG: Atap plafon SDN Kayuringin VI sudah jebol. Diharapkan, Pemkot Bekasi segera memperbaiki sekolah yang sudah tidak layak.

POJOKSATU.id, BEKASI – Meskipun sudah menjadi Kota Metropolitan, Kota Bekasi masih memiliki beberapa bangunan sekolah yang kurang layak alias sekolah rombeng. Untuk itu, Pemerintah Kota Bekasi harus memprioritaskan perbaikan sekolah-sekolah tersebut.

Ironisnya, Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengaku tidak banyak mengetahui jika ada sekolah rusak di Kota Bekasi. Alasannya, pihak UPTD tidak pernah memberikan laporan ke Disdik Kota Bekasi. ”Tidak ada laporan dari UPTD,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ujang Tedi, kepada Radar Bekasi.

Kendati demikian, dia mengaku ada beberapa gedung sekolah SD yang rusak. Menurutnya,  seharusnya pihak sekolah membuat proposal yang  ditampung oleh UPTD, selanjutnya dibuat tim dan dilaporkan ke Disdik lalu disampaikan ke Disbangkim agar langsung ditindaklanjuti.

“Jadi jika ada sekolah rusak khususnya SD di Kota Bekasi, maka pihak sekolah seharusnya membuat proposal yang nantinya ditampung oleh UPTD. Jika memang urgent, maka kami akan melakukan kunjungan melihat langsung sekolah tersebut,” ujarnya.


Sementara itu,  anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi M Kurniawan mengaku, ada beberapa sekolah di Kota Bekasi yang butuh perbaikan, di antaranya seperti SDN Kayuringin VI, SDN Margahayu III,SDN 01 Sumurbatu, SDN Pedurenan III,  SMPN 13 Kota Bekasi dan beberapa sekolah lainnya.

Hingga saat ini, sekolah tersebut masih menunggu realisasi dari Pemerintah Kota Bekasi untuk melakukan perbaikan. Namun, beberapa kali diajukan perbaikan belum ada tindakan dari pemerintah Kota Bekasi.

“DPRD Kota Bekasi akan mendorong dilakukannya review dan pengawasan kondisi-kondisi bangunan sekolah khususnya yang sudah teralokasikan di APBD 2015,” ujarnya sembari mengaku, masih banyak sekolah di Kota Bekasi yang butuh perbaikan.

Terpisah, salah seorang guru SDN Margahayu III Iis mengaku, pihaknya sudah melaporkan kondisi sekolahnya yang butuh perbaikan ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan serius. ”Kami berharap untuk segera diperbaiki,” tandasnya. (ran)