Dua Oknum Wartawan dan Intelijen Gadungan Ditangkap

DISITA : Id card dan lencana intelijen milik dua oknum wartawan serta seorang yang mengaku sebagai anggota intelijen Korem diamankan polisi.
DISITA : Id card dan lencana intelijen milik dua oknum wartawan serta seorang yang mengaku sebagai anggota intelijen Korem diamankan polisi.
DISITA : Id card dan lencana intelijen milik dua oknum wartawan serta seorang yang mengaku sebagai anggota intelijen Korem diamankan polisi.

POJOKSATU.id, CIKARANG UTARA – Dua oknum wartawan dan satu orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota intelijen Korem 052/Wijaya Krama diamankan Polresta Bekasi, Rabu (19/8) malam. Mereka diduga melakukan penganiayaan terhadap AO, warga Cikarang.

Dua oknum wartawan tersebut yakni ES dari Radar Nusantara dan PM dari Liputan Hukum. Sementara yang mengaku sebagai intelijen Korem berinisial FFH. Mereka kini diamankan polisi guna penyelidikan lebih lanjut.

Tertangkapnya dua oknum wartawan dan satu anggota intelijen gadungan itu berawal ketika AO diikuti oleh ketiga pelaku mulai dari jalan tol dalam kota di bilangan Cawang, Jakarta Timur. AO yang saat itu baru saja keluar dari sebuah hotel dikuntit pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam.

Korban yang merasa curiga dengan mobil avanza yang ditumpangi pelaku pun mencoba menghindar. Namun karena cukup ramainya lalu lintas di dalam tol saat itu, mobil korban tak bisa melaju dengan kencang.


Merasa semakin terancam, pelaku berinisiatif untuk keluar dari pintu Tol Cikarang Barat. Ketika melihat ke kaca spion, ternyata mobil pelaku masih menguntit. Korban kemudian berinisiatif masuk ke dalam Maporlesta Bekasi, Cikarang Utara.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara pelaku dan korban meski sudah di dalam Maporlesta Bekasi. Bahkan salah seorang pelaku sempat memukul korban.

“Korban sudah tahu ternyata diikuti dari Cawang sampai Tol Cikarang, karena korban takut sehingga korban pintar dan masuk ke Mapolresta Bekasi, sampai di Mapolresta juga sempat terjadi kejar-kejaran mungkin tersangka bodoh dan tidak tahu ini markas polisi,” ungkap Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Rickynaldo Chaerul.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa id card dan juga lencana intelijen yang digunakan FFH. Kata Rickynaldo, setelah dikonfirmasi ke pihak TNI ternyata tidak ada organisasi intelijen seperti lencana yang digunakan pelaku.

“Saya konfirmasi ternyata intelijen yang dimaksud tidak ada,” ucapnya.

Untuk sementara, dua oknum wartawan dan satu anggota intelijen gadungan itu dikenakan pasal penganiayaan. Sedangkan korban dilakukan visum guna penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, AO, korban penganiyaan mengaku tidak mengetahui sebelumnya jika tiga pelaku itu oknum wartawan dan anggota intelijen gadungan.

“Tersangka dari Jakarta sudah mengikuti saya. Saya semakin  curiga pas sampai Tol Cikarang, karena memang saya juga takut saya masuk ke dalam polres, sampai dalam polres juga saya diikuti, setelah turun saya langsung dipukuli oleh tersangka,” kata korban saat ditemui di SPK Polresta Bekasi. (dho)