Akibat Kekeringan, Kemiskinan Meningkat

WARGA MISKIN: Seorang warga yang hidup di bawah garis kemiskinan, Minah (55) terlihat sedang berdiri di depan rumahnya yang tidak layak huni.
WARGA MISKIN: Seorang warga yang hidup di bawah garis kemiskinan, Minah (55) terlihat sedang berdiri di depan rumahnya yang tidak layak huni.
WARGA MISKIN: Seorang warga yang hidup di bawah garis kemiskinan, Minah (55) terlihat sedang berdiri di depan rumahnya yang tidak layak huni.

POJOKSATU.id, SERANGBARU – Bencana kekeringan yang dialami warga di enam desa di Kecamatan Serangbaru membuat masyarakat semakin terpuruk dalam kemiskinan. Dapat diketahui, akibat musim kering yang panjang, jumlah warga miskin meningkat tajam.

Data Kecamatan Serangbaru mencatat angka kemiskinan mengalami kenaikan sepuluh persen sepanjang bencana kekeringan yang melanda. “Dari data yang kami miliki sepanjang kemarau ini, angka kemiskinan memang meningkat sepuluh persen,” ungkap Camat Serangbaru, Dodo Hendra Rosika, kepada Radar Bekasi, Rabu (19/8).

Akibat bencana kekeringan, warga setempat terpaksa menjual harga benda miliknya untuk memenuhi kebutuhan air lantaran stok air bersih dari pemerintah terbatas.

Dodo sendiri beranggapan, distribusi bantuan berupa makanan dan kebutuhan air untuk sehari-hari warga sudah dipenuhi secara maksimal oleh pemerintah. Akan tetapi, dengan anggaran yang terbatas, maka dia pesimis jika angka jumlah warga miskin di wilayah kerjanya bisa menurun hingga 2016 mendatang.


“Kalau menurun, angka kemiskinan kayaknya sulit, karena anggarannya sendiri juga benar-benar terbatas jadi fokus untuk mengatasi warga miskin agak sulit,” jelasnya.

Meningkatnya angka kemiskinan di Serangbaru, lanjutnya, disebabkan kekeringan yang melanda masyarakat terlalu panjang. Padahal bagi sebagian besar warga yang berprofesi sebagai petani sangat mengandalkan penghasilan dari bercocok tanam. Kemudian akibat kekeringan yang panjang itu, maka penghasilan mereka turun drastis karena gagal panen.

Terdesak dengan kebutuhan ekonomi, warga terpaksa menjual harta benda yang mereka miliki di rumah untuk keperluan hidup sehari-hari. ‚ÄúPerekonomian warga lumpuh akibat kekeringan, dan dia masuk kategori masyarakat miskin,” ungkapnya.

Pihak pemerintah kecamatan sendiri menyatakan bakal terus berupaya untuk meminimalisir jumlah masyarakat miskin yang tersebar di enam desa yang menerima dampak kekeringan. Upaya tersebut dilakukan dengan cara memberikan distribusi makanan, dan kebutuhan hidup lainnya. (mar)