Waduhh… APAR Pemkab Tidak Berfungsi

TAK BERFUNGSI : Sejumlah APAR yang berada di beberapa bangunan di komplek perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bekasi disebut tidak berfungsi.
TAK BERFUNGSI : Sejumlah APAR yang berada di beberapa bangunan di komplek perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bekasi disebut tidak berfungsi.
TAK BERFUNGSI : Sejumlah APAR yang berada di beberapa bangunan di komplek perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bekasi disebut tidak berfungsi.

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Waduh. Sebagian besar Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berada di komplek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi disebut tidak berfungsi. Hal itu diketahui setelah Dinas Pemadan Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi melakukan pengecekan.

APAR yang selama ini terpampang di beberapa ruangan dinas ternyata hanya sekadar hiasan belaka. Karena jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, alat tersebut tidak bisa dipergunakan lantaran tidak berfungsi.

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bekasi, Abdurrofiq membenarkan jika sebagian besar APAR yang berada di perkantoran Pemerintahan Kabupaten Bekasi tidak berfungsi. Ia mengaku bakal mengeluarkan rekomendasi ke pemerintah daerah untuk mengganti alat pemadam api yang tidak berfungsi tersebut.

“Ya kita sudah cek itu (APAR) dan memang banyak yang tidak berfungsi,” ucapnya.


Rekomendasi yang akan disampaikan, sambung lelaki yang biasa disapa Rofiq ini nantinya harus ditindaklanjuti oleh Bagian Umum. Karena untuk pengadaan alat di bawah kewenangan bagian tersebut dan bukan di dinasnya.

“Memang masih menunggu dan Bagian Umum akan menggantinya,” katanya.

Terpisah, Kepala Bagian Umum Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno mengaku jika anggaran penggantian APAR sudah dimasukan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini. Jika disetujui, maka seluruh alat pemadam kebakaran bakal diganti.

“Sudah, sudah diajukan dan akan diganti,” ucapnya.

Dikatakan Peno, APAR merupakan kebutuhan yang tidak bisa dianggap remeh. Karena jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, maka setidaknya upaya pemadaman bisa dilakukan lebih awal sebelum pemadam kebakaran tiba.

“Memang harus diganti untuk pencegah kebakaran juga kan, supaya bila ada insiden kebakaran bisa secepatnya dipadamkan karena lebih baik mencegah dari pada mengobati,” ungkapnya. (dho)