Muscab Peradi Bekasi Memanas

KEPALKAN TANGAN: Ketua Forum Komunikasi Advokat Indonesia, Suherman (dua dari kiri) bersama sejumlah anggota Forum Komunikasi Advokat Indonesia, kompak mengepalkan tangan menjelang Muscab Peradi Bekasi, Jumat (14/8).
KEPALKAN TANGAN: Ketua Forum Komunikasi Advokat Indonesia, Suherman (dua dari kiri) bersama sejumlah anggota Forum Komunikasi Advokat Indonesia, kompak mengepalkan tangan menjelang Muscab Peradi Bekasi, Jumat (14/8).
KEPALKAN TANGAN: Ketua Forum Komunikasi Advokat Indonesia, Suherman (dua dari kiri) bersama sejumlah anggota Forum Komunikasi Advokat Indonesia, kompak mengepalkan tangan menjelang Muscab Peradi Bekasi, Jumat (14/8).

POJOKSATU.id, BEKASI – Jelang pelaksanaan Musyawarah Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (Muscab Peradi) ke-II, yang akan berlangsung di Hotel Horisson Bekasi, Sabtu (15/8), iklim perebutan kursi ketua semakin sengit.

Pasalnya, dua nama yang tengah bertarung dan diyakini bakal meraup suara imbang, yakni antara Euis Mulyati Sukarya dengan Priyo Jatmiko mendadak berubah. Sebab, tanpa diduga, muncul satu nama yang tidak disangka – sangka meraih suara melebihi kedua kandidat tersebut, yakni Dalil Harahap.

Dari info yang dihimpun Radar Bekasi, kehadiran Dalil Harahap di tengah sengitnya pertarungan antara Euis dengan Priyo, dikarenakan banyak suara yang merapat dan berbalik mendukungnya.

Meskipun tidak secara pasti jumlah pendukung suara untuk Dalil, namun diperkirakan 150 suara telah dikantongi pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Peradi Bekasi itu. Untuk mencapai titik aman, Dalil hanya membutuhkan suara sebanyak 50 orang.


Dalil mengaku optimis dengan jumlah suara sementara yang didapatinya itu akan mengantarkannya pada kursi Ketua DPC Peradi Bekasi periode 2015-2018. “Saya optimis dan yakin mendapat suara yang signifikan. Karena alasan ini saya berani mencalonkan diri sebagai ketua Peradi Bekasi,” ungkapnya, Jumat (14/8).

Adapun sebagai langkah konkret yang dilakukan, ialah memberikan suatu gambaran tentang Peradi ke depan, yakni menyatukan persepsi membangun organisasi ke depan dengan melakukan pembenahan struktur. Kemudian ia berjanji akan meningkatkan kualitas seluruh anggota dengan membentuk workshop, sertifikasi ILO, agar kemampuan advokat yang ada dalam Peradi sesuai dengan yang diharapkan.

Selain itu, Peradi ke depannya akan melakukan sosialisasi yang lebih maksimal kepada masyarakat, di samping dengan memberikan bantuan hukum secara langsung bagi masyarakat.

“Harus ada pembenahan secara struktural dan peningkatan kualitas anggota,” terang Dalil, serya menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, yakni dengan memberikan masukan yang berkenaan dengan kajian hukum dan undang-undang.

Sebagai Peradi cabang pertama yang dibentuk di Indonesia, menurut Dalil, sudah seharusnya Peradi Bekasi mampu mempersembahkan pelayanan dan advokasi hukum yang baik kepada masyarakat, sekaligus menjadi mitra kerja pemerintah sesuai dengan kapasitasnya.

Mengenai formasi struktur yang akan dimasukkan dalam kabinetnya, Dalil melarang pengurusnya merangkap jabatan di partai politik (Parpol). Sebab, undang-undang advokat melarang hal tersebut.

“Sesuai dengan amanah UU Advokat, maka pengurus ke depan tidak boleh terlibat dalam jabatan di Parpol,” tandasnya.

Terkait perebutan kursi ketua Peradi Bekasi, menurut Ketua Forum Komunikasi Advokat Indonesia, Suherman, yang terpenting dalam perhelatan ini ialah terciptanya regenerasi struktur dan pembenahan secara total kepengurusan Peradi Bekasi.

Hal itu diutarakannya, menyusul stagnanisasinya agenda kerja Peradi di bawah kepemimpinan Salih Mangara Sitompul. Padahal, Peradi Bekasi telah memasuki periode ketiga, namun keberadaannya belum dirasakan penuh oleh masyarakat Bekasi.

“Yang terpenting bagi kami adalah suksesnya perhelatan ini. Kemudian terjadinya pembenahan organisasi yang lebih baik ke depannya,” ujar Suherman.

Ia berharap, ketua terpilih dapat mengakomodir kepentingan anggotanya, baik yang bersifat untuk kepentingan organisasi atau kepentingan profesinya sebagai advokat.

“Ketua terpilih ke depannya harus berani memangkas dan mengakomodir advokat baru dengan yang lama. Advokat itu tidak ada istilah senior atau junior, yang ada satu kesatuan tanpa melihat latar belakang atau hal yang mendiskreditkan anggota,” paparnya.

Sementara, mengenai kandidat yang layak didukung oleh Forum Komunikasi Advokat Indonesia, Suherman  akan mendukung calon ketua yang visinya sama dengan seluruh anggota forum komunikasi.

“Kami mendukung siapa pun yang visinya sama dengan kami. Namun kami akan memangkas adanya rezim dalam Peradi Bekasi,” tegasnya.

Sementara itu, Salih Mangara Sitompul yang merupakan Ketua Peradi Bekasi periode 207-2011, 2011-2015, akan mengakomodir semua calon kandidat untuk periode 2015-2019.

“Saya pilih netral dan akan mengakomodir setiap anggota yang ingin maju sebagai calon ketua Peradi Bekasi. Tidak ada memihak kepada siapa pun,” terang Salih. (dat)