Merampok, Oknum TNI Tembak Pasutri

Ilustrasi perampokan
Modus gembos ban dan pecah kaca digunakan maling untuk gasak uang ratusan juta milik Kepsek SMP di Banjar (ilustrasi)
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, KEDUNGWARINGIN – Dorrrrr…!!! Tiba-tiba saja suara senjata api itu menyalak. Gianto (36) langsung tersungkur ke tanah dengan luka tembak di paha bagian kiri disaksikan istrinya, Sudarsih (37). Seketika dia menjerit melihat suaminya terluka dan berteriak meminta pertolongan. Senjata api itu berasal dari salah satu pelaku yang hendak merampok pasangan suami istri tersebut.

Sontak, teriakan Sudarsih langsung didengar warga di sekitar lokasi, Kampung Kebo RT02/03, Desa Waringinjaya, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8) pukul 20.30. Belakangan diketahui, pelaku perampokan itu IS (36), oknum TNI AD.

IS diketahui merupakan kawanan perampok bersenpi yang tengah berusaha melakukan aksinya kepada Gianto dan istrinya.

Kapolresta Bekasi Kabupaten, Kombes Pol Rickynaldo Chaerul menyatakan, kalau IS melakukan aksinya bersama dengan dengan seorang rekannya.


Kejadian bermula ketika dua orang korban tersebut hendak pulang ke kediamannya dengan menumpang di salah satu mobil box. “Pelaku dengan senjata api mencoba melakukan aksinya terhadap pasangan suami istri yang baru pulang berdagang,” ujarnya kemarin, Jumat (14/8).

Saat kendaraan yang mereka tumpangi berada di jalan sepi, dua orang tidak dikenal mendekatinya menggunakan sepeda motor lalu memepetnya.

Ketika berhasil memepet korban, IS yang dibonceng rekannya melepaskan dua tembakan ke atas. Hal itu dilakukannya sambil memaksa korban keluar dari kendaraan.

Karena takut, korban langsung turun dari kendaraannya. IS lantas menodongkan senjata yang dimilikinya ke arah Gianto.

Tak disangka, ternyata Gianto berani melakukan perlawanan untuk mengambil senpi yang dimiliki IS. Alhasil, perkelahian antara kedua lelaki dewasa itu pun tak dapat dihindari.

Namun, di tengah – tengah perkelahian, ternyata IS menembakan senjata apinya ke arah Gianto. Saat berkelahi itulah, IS melepaskan tembakan satu kali ke arah paha kiri korban. ’’Melihat suaminya tersungkur, istri korban langsung berteriak minta tolong warga,” tambahnya.

Saat itu, sambung Rickynaldo, teriakan korban didengar warga dan ramai-ramai mendatangi lokasi. Lantas, kedatangan warga pun membuat IS dan teman perampoknya panik dan mencoba menyelamatkan diri.

“Saat warga datang, IS dan temannya panik. IS tak berkutik karena ditinggal temannya yang kabur dengan sepeda motornya,” jelas Kapolres.

Seketika IS menjadi bulan – bulanan warga sekitar. Untungnya, pihak kepolisian langsung datang dan mengamankan IS yang menjadi korban amukan massa. Setelah itu, IS bersama Gianto langsung dibawa ke RSUD Karawang untuk penanganan medis guna mendapat perawatan.

Dari tangan tersangka, pihak kepolisian menemukan senpi jenis revolver organik beserta 15 butir peluru. Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan lima butir selongsong dan uang tunai sebesar Rp95 ribu.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mendalami kasus ini dan akan melakukan pemeriksaan kepada saksi – saksi di lapangan. “Pelaku dan korban masih belum bisa diambil keterangannya. Karena, masih dalam perawatan tim medis,” tambahnya.

Ditambahkannya, satu pelaku lainnya saat ini tengah dalam pencarian pihak kepolisian. Para pelaku pun dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas) dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun penjara. (neo)