Raup Rezeki Tahunan Panjat Pinang

REZEKI MUSIMAN: Dua orang pekerja tengah melakukan kegiatannya merakit tiang panjat pinang yang menjadi salah satu hiburan dalam memeriahkan acara Hari Kemerdekaan Indonesia setiap tahun.
REZEKI MUSIMAN: Dua orang pekerja tengah melakukan kegiatannya merakit tiang panjat pinang yang menjadi salah satu hiburan dalam memeriahkan acara Hari Kemerdekaan Indonesia setiap tahun.
REZEKI MUSIMAN: Dua orang pekerja tengah melakukan kegiatannya merakit tiang panjat pinang yang menjadi salah satu hiburan dalam memeriahkan acara Hari Kemerdekaan Indonesia setiap tahun.

POJOKSATU.id, BABELAN – Menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus, penjual bambu di pinggir Jalan Perjuangan, Desa Kebalen, Kecamatan Babelan meraup rezeki berlebih dengan membuat panjat pinang. Meski cuaca panas dan gersang, tidak menghalangi Mukhsin (28) beserta tiga orang temannya untuk membuat arena panjat pinang dengan bahan baku bambu betung.

“Kita bikin ini berdasarkan orderan yang sudah ada 18 pesanan, sampai Sabtu besok paling tinggal antar pesanan,” kata Mukhsin.

Untuk satu batang arena panjat pinang yang terbuat dari batang bambu, dia meraup keuntungan hingga 100 persen. Dimana keuntungan tersebut nantinya dibagi rata dengan temannya yang lain. Satu batang arena panjat pinang dengan modal Rp100 ribu dijual dengan harga Rp250 ribu. Harga tersebut dibanderol termasuk dengan ongkos pengiriman barang.

Bambu jenis betung sendiri dikenal kokoh dan kuat untuk menopang paling tidak hingga tiga orang dewasa. Hal itu menjadi alasan Mukhsin memilih bahan tersebut sebagai pengganti pinang selain biaya yang lebih ekonomis.


“Kalau pinang asli itu kan paling tidak modal kita minimal satu juta, belum lagi pohonnya sendiri sekarang susah dicari. Makanya kita pilih bambu jenis ini yang masih mudah dicari,” terangnya.

Dengan tinggi  batang bambu mencapai tujuh meter, arena panjat pinang berbahan bambu tersebut nantinya akan ditanam di dalam tanah dengan kedalaman satu meter. Untuk menjamin keamanan, batang pinang nantinya diikat di keempat sisinya. (ich)