Polisi Diminta Gelar Perkara

TIDAK TERURUS: Kondisi Pasar Pejuang yang mendirikan pasar di atas lahan diserobot oleh Oman Sunandi sebagai pemilik PT Oman Jaya pengelola pasar tersebut mulai terlihat banyak kerusakan dan tidak terurus. ARIESANT/RADAR BEKASI
TIDAK TERURUS: Kondisi Pasar Pejuang yang mendirikan pasar di atas lahan diserobot oleh Oman Sunandi sebagai pemilik  PT Oman Jaya pengelola pasar tersebut mulai terlihat banyak kerusakan  dan tidak terurus. ARIESANT/RADAR BEKASI
TIDAK TERURUS: Kondisi Pasar Pejuang yang mendirikan pasar di atas lahan diserobot oleh Oman Sunandi sebagai pemilik PT Oman Jaya pengelola pasar tersebut mulai terlihat banyak kerusakan dan tidak terurus. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Untuk membuktikan pemilik sah lahan Pasar Pejuang yang diserobot Oman Sunandi dan dijadikan pasar, Ahli waris pemilik tanah Pasar Pejuang, Kempot bin Siin  melalui kuasa hukumnya Zulkifli Lubis berharap Polresta Bekasi Kota bisa melakukan gelar perkara dengan cara turun langsung ke lapangan.

“Agar kasus penyerobotan tanah yang dijadikan Oman Sunandi sebagai Pasar Pejuang melalui PT Oman Jaya ini terang benderang, kami meminta Polresta Bekasi Kota melakukan gelar perkara. Dan kami sudah melaporkan secara resmi ke Polresta Bekasi Kota, Oman Sunandi selaku pihak penyerobot tanah Kempot bin Siin,” kata Lubis yang ditemui usai membuat laporan di Sentra Pelayanan (SPK) Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Bekasi Kota, Kamis (13/8).

Menurut Lubis, hal itu bertujuan untuk bisa mengetahui siapa pemilik tanah tersebut yang sebenarnya. Lubis menuding, semua legalitas toko yang ada di pasar tersebut, ada keterlibatan oknum Kelurahan Pejuang dan Kecamatan Medansatria.

Menanggapi tudingan tersebut, Lurah Pejuang, Nana Sukarna membantah tidak ada oknum kelurahan yang terlibat dan membekingi Oman Sunandi sebagai pengelola Pasar Pejuang.


”Sebelumnya kami sudah memediasi terkait kepemilikan tanah yang di atasnya berdiri pasar  yang dikelola PT Oman Jaya. Akan tetapi kami belum bisa memutuskan siapa pemilik yang sah menurut hukum. Oleh sebab itu, kami menyarankan diselesaikan melalui jalur hukum,” ujarnya.

Bahkan, Nana mengaku siap apabila dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk menentukan siapa pemilik asli lahan pasar tersebut. ”Saya siap saja memberi keterangan, sebab saya tidak mengetahui betul permasalahan tanah itu. Dan yang perlu digaris bawahi, saya tidak pernah membekingi pihak manapun, termasuk pengelola pasar (Oman Sunandi). Tapi jika ada oknum keluarahan yang terlibat, silakan untuk dilaporkan,” tantangnya.

Sementara itu Oman Jaya yang saat ini sebagai pemilik dan yang mengelola Pasar PT Oman Jaya. Dirinya mengatakan sangat siap untuk mengadu data di Polresta Bekasi Kota, bahkan dirinya mengklaim bahwa sudah mempunyai pernyataan pemilik sebelumnya Naih.

”Saya sebagai terlapor siap-siap saja memberikan data-data kepemilikan saya, karena memang tanah tersebut saya beli di bawah tangan dari bapak Naih, dan tanah tersebut juga ada pengesahan dari kelurahan. Jadi saya sangat siap,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi, Kamis, (13/8).

Lubis juga menambahkan, kalau Oman Sunandi tidak memiliki dokumen kepemilikan tanah tersebut, sehingga pihaknya mengajak adu data dan saksi untuk memutuskan siapa pemilik sah tanah itu.

”Oleha karena itu, kami sangat berharap kepada pihak kepolisian, khususnya bagian Satuan Rekrim Harta Benda (Harda) Polresta Bekasi untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan ke lapangan. Sehingga kasusnya tidak berkepanjangan yang dikhawatirkan berujung bentrok,” imbuh pengacara senior ini.

Lanjut Lubis, tidak ada alasan bagi Sat Reskrim Harda Polresta Bekasi Kota untuk menunda penyelidikan kasus ini. “Kami berharap kasus ini ditingkatkan menjadi penyidikan. Sebab, kami sudah membuat laporan secara resmi dengan terlapor Oman Sunandi,” tegasnya.

Apalagi kata dia, dikhawatirkan kondisi ini terus dimanfaatkan pihak terlapor untuk meraup keuntungan dari pasar yang ada di atas lahan milik kliennya. (and)