Petani Mulai Bercocok Tanam

Petani Desa Cikaregeman, Setu. (Dok. Radar Bekasi)
KEMBALI MENANAM: Sejumlah petani padi di Desa Cikaregaman, Kecamatan Setu mulai melakukan penanaman padi dengan memanfaatkan air limbah, Kamis (13/8).
KEMBALI MENANAM: Sejumlah petani padi di Desa Cikaregaman, Kecamatan Setu mulai melakukan penanaman padi dengan memanfaatkan air limbah, Kamis (13/8).

POJOKSATU.id, SETU – Meski kekeringan masih berlangsung, dan tidak ada sumber air yang memadai untuk melakukan penanam padi, sejumlah petani terlihat mulai melakukan aktivitas menanam di areal persawahan Desa Cikarageman, Setu, Kamis (13/8).

Dengan kondisi air yang terbatas, ternyata mereka memanfaatkan air limbah rumah tangga yang dialirkan ke areal persawahan. “Air irigasi sebenarnya masih kering, cuma kita manfaatkan sisa air dari komplek perumahan, kan saluran kamar mandi mereka dibuang ke sawah, jadi kita manfaatkan itu,” ungkap salah seorang petani, Jauhar (40).

Menurutnya, sumber air sisa limbah rumah tangga yang dialirkan ke areal  sawah sangat membantu petani selama kemarau ini. Pasalnya, kekeringan air irigasi masih dirasakan petani sepanjang kemarau kali ini.

“Kebetulan karena posisi lahan dekat dengan perumahan jadi saluran air dibuang langsung ke sawah, tapi untuk sawah yang lain tetap masih mengandalkan air hujan,” lanjutnya.


Petani lainnya, Janah (38) mengungkapkan, sudah hampir seminggu ini sebagian petani di Desa Cikarageman mulai kembali bercocok tanam. Hal itu menyusul ketersediaan air irigasi dibantu dari sumber air sisa dari komplek perumahan yang mengaliri areal sawah mereka.

“Sebagian sawah sudah mulai ditanami lagi, sebagian lagi belum karena belum mendapatkan air,” katanya.

Dari pantauan Radar Bekasi di Desa Cikarageman, petani sudah mulai bercocok tanam dengan usia rata-rata usia tanam satu minggu. Akan tetapi proses masa tanam tidak dilakukan secara serentak karena sebagian lahan belum mendapatkan pasokan air. (mar)