Pedagang Daging Jual Stok Lama

Penjual daging
Pedagang tengah memotong daging sapi.
JUALAN LAGI: Pedagang tengah memotong daging sapi di Pasar Baru Bekasi, Kamis (13/08). Hari pertama berjualan pasca mogok nasional, omzet penjualan daging sapi mengalami penurunan. Harga daging sapi kemarin dijual Rp110.000/kg. ARIESANT/RADAR BEKASI
JUALAN LAGI: Pedagang tengah memotong daging sapi di Pasar Baru Bekasi, Kamis (13/08). Hari pertama berjualan pasca mogok nasional, omzet penjualan daging sapi mengalami penurunan. Harga daging sapi kemarin dijual Rp110.000/kg. ARIESANT/RADAR BEKASI

POJOKSATU.id, BEKASI – Aksi mogok jualan pedagang daging berakhir sudah. Kemarin, para pedagang di sejumlah pasar di Kota Bekasi mulai berjualan lagi. Hanya saja, daging yang mereka jual merupakan daging stok lama yang belum sempat terjual sebelum aksi mogok berlangsung.

Meski begitu, para pedagang mengaku tetap ‘menjual rugi’. Alasannya, modal belanja yang cukup besar, sedangkan harga jual belum menutupi biaya modal. Mereka mengklaim merugi dengan selisih Rp300-Rp500 ribu per ekor. Umumnya, para pedagang belanja daging secara patungan dengan membeli satu ekor sapi seharga Rp17.700.000 per ekor yang menghasilkan 125 kilogram daging. Sedangkan daging dijual Rp120 ribu hingga Rp130 ribu.

“Modal besar. Jual ke pasaran harga tinggi. Mending kalau sehari laku terjual semua. Pembeli juga mikir-mikir mau beli daging. Jual harga segitu aja masih rugi, apalagi jual di bawah Rp100 ribu malah rugi banyak,” keluh Naim, pedagang daging di Pasar Mustikajaya.

Padahal, sambung Naim, tidak hanya daging yang dijual. Dia juga memperjualkan kulit, tulang,  kepala, kaki hingga jeroan ada harganya. Namun, itu semua tetap tidak menutup kerugian. “Daging, kulit, tulang, kepala, jeroan, kaki dijual, tetap saja belum ada untungnya,” ungkapnya.


Nasib yang sama juga dialami pedagang daging di Pasar Induk Bekasi Timur. Rahmat mengaku bingung menjual daging sapi. Pasalnya, bila tidak berjualan kerugian akan terus bertambah parah. Dirinya masih menyimpan stok daging sapi beku, karena ada himbauan aksi mogok jualan, akhirnya stok daging yang dibelinya beberapa waktu lalu belum terjual.

“Masih ada stok 35 kilogram, tapi kan kemarin ada demo jadi gak dagang dulu. Baru dagang hari ini ngabisin stok. Harganya tinggi binggung jualnya, daripada busuk, rugi-rugi dikit gak apa-apa lah,” tandasnya.

Para pedagang berharap pemerintah lebih serius, menyikapi lonjakan harga sapi akibat pembatasan kuota sapi impor. Bila stok sapi normal, harga beli sapi per ekornya relatif murah. Mulai Rp14 jutaan disesuaikan dengan bobotnya.

Biasanya, para pedagang daging patungan untuk membeli satu ekor sapi yang kemudian dibagi rata untuk dijual. Ada juga pedagang dengan modal minim yang membeli daging eceran Rp90 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram kepada pengusaha sapi yang sebelumnya sudah dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Sementara, di RPH sendiri belum terlihat normal dalam melakukan aktivitas pemotongan sapi. Hanya terlihat beberapa ekor saja, sapi yang siap dipotong. Biasanya dalam satu hari, satu RPH mampu memotong sepuluh sampai 15 ekor sapi untuk dipasarkan ke pasar tradisional. (dat)