Penyediaan Sapi Lokal Hanya 15 Persen

MASIH MINIM : Penyediaan sapi di Kabupaten Bekasi masih minim, padahal kebutuhan daging sapi perbulannya mencapai 25 ton.
MASIH MINIM : Penyediaan sapi di Kabupaten Bekasi masih minim, padahal kebutuhan daging sapi perbulannya mencapai 25 ton.
MASIH MINIM : Penyediaan sapi di Kabupaten Bekasi masih minim, padahal kebutuhan daging sapi perbulannya mencapai 25 ton.

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Penyediaan sapi lokal di Kabupaten Bekasi tidak berbanding lurus dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah baru menyanggupi penyediaan sapi sebesar 15 persen atau sekitar 129 ekor.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Bekasi, angka kebutuhan sapi di tahun ini mencapai 1.288 ekor. Sementara untuk memenuhi kekerungan sapi lokal, pemerintah daerah mendapat pasokan sapi sebanyak 1.159 ekor dari NTT, Bali, Jawa Tengah dan Australia.

Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi Wahyudi Asmar mengatakan, hingga saat ini Kabupaten Bekasi mendapatkan pasokan sapi dari luar daerah sebanyak 1159 ekor terutama untuk kebutuhan di Hari Raya Idul Adha mendatang.

“Di sini (Kabupaten Bekasi)  memang masih kurang kuotanya makanya masih banyak pasokan dari luar daerah (terutama untuk kebutuhan Idul Adha),” ucap Kepala DPPK Kabupaten Bekasi, Wahyudi Amsar.


Minimnya penyediaan sapi lokal secara tidak langsung menjawab ketidakberdayaan pemerintah daerah dalam mengatasi krisis daging sapi seperti saat ini. Namun DPPK, kata Wahyudi, berusaha melakukan penanganan krisis daging sapi untuk jangka panjang dengan cara penyuntikan birahi untuk mempercepat proses perkawinan.

Penyuntikan hormon untuk meningkatkan birahi sapi dilakukan di beberapa kecamatan seperti Bojongmangu, Cikarang Pusat, Cikarang Timur, Pebayuran, Sukatani, Cibarusah, Serangbaru, Setu, Cikarang Barat dan Tambun Selatan. Dari kecamatan itu, ada sekitar 500 ekor sapi yang diberikan suntikan hormon tersebut.

“Yang menjadi target sapi betina yang menghasilkan sel telur dan masih produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Mulyana Muhtar menambahkan, kebutuhan daging sapi di Kabupaten Bekasi cukup tinggi. Dalam sebulan, kata dia, kebutuhan daging sapi mencapai 25 ton.

Dengan kebutuhan daging sapi yang tinggi itu, Mulyana menyarankan agar pemerintah daerah membentuk sentra peternakan sapi di tiap kecamatan.

“Jadi wilayah mana yang cocok untuk ternak sapi itu dibuat peternakan, dan terobosan itu harus ada,” tuturnya. (dho)