Pemkot ‘Tutup Mata’ Soal Tempat Latihan PAABSI

AMBROL: Atap dan kondisi gedung lokasi latihan atlet Pelatda PON Jawa Barat di Kota Bekasi memprihatinkan. Bagian plapon sudah terlihat aus dimakan usia.
AMBROL: Atap dan kondisi gedung lokasi latihan atlet Pelatda PON Jawa Barat di Kota Bekasi memprihatinkan. Bagian plapon sudah terlihat aus dimakan usia.
AMBROL: Atap dan kondisi gedung lokasi latihan atlet Pelatda PON Jawa Barat di Kota Bekasi memprihatinkan. Bagian plapon sudah terlihat aus dimakan usia.

POJOKSATU.id, BEKASI – Meski tidak representatif, namun sarana dan Prasarana latihan Persatuan Angkat Berat dan Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Kota Bekasi saat ini mash menjadi andalan atlet Pelatihan Daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat 2016 untuk melakukan persiapan.

Padahal sebelumnya, sapras tersebut sempat dikeluhkan lantaran hingga saat ini belum juga dilakukan pembenahan dan tindakan serius dari pemerintah. Gedung yang usang dan rapuh serta atap menganga masih menjadi pemandangan dan kekhawatiran atlet yang tengah mempersiapkan kemampuan terbaik mereka. Kekhawatiran robohnya atap untuk kedua kali masih menghantui para atlet.

”Mau bagaimana lagi, keluhan dan laporan sudah kita berikan tapi sampai sekarang belum ada pembenahan baru  sekedar dicek,” terang pelatih PABBSI Kota Bekasi Sodikin dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut pun sempat dikomentari pelatih dari daerah lain. Seperti pelatih daerah tetangga, Kota Bogor yang kini merasakan sapras latihan di Kota Bekasi mengingat harus menukangi tim Pelatda PON.


”Pak Haji Sodikin juga sudah bilang, memang seperti ini kondisinya, ya kita harapkan mungkin ada perhatian dari pemerintah daerah, karenakan atlet Kota Bekasi khususnya angkat besi banyak yang berprestasi di lokal, nasional maupun dunia,” terang Muhammad Minan Pelatih PABBSI Kota Bogor di sela latihan di PABBSI Kota Bekasi.

Para pelatih ini memiliki harapan besar, para pejuang di dunia olahraga untuk daerahnya bisa turut pula diperhatikan. Mengingat selain kerja keras untuk membesarkan nama daerah, para atlet dan pelatih juga banyak mengorbankan waktu dan pikiran serta tenaganya untuk sebuah prestasi. (one)