Mantan Direktur RSUD Divonis Satu Tahun Penjara

ilustrasi penjara
ilustrasi penjara
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIKARANG PUSAT – Mantan Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Sahroni divonis satu tahun penjara dan denda Rp50 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat. Vonis serupa juga diberikan kepada tiga terdakwa lainnya yakni Jajang, Roslin Simanjuntak dan Humpol Sigalingging.

Empat terdakwa itu diseret ke meja hijau karena terjerat kasus korupsi pengadaan mesin genset RSUD Kabupaten Bekasi dengan pagu anggaran Rp2,1 miliar. Vonis diberikan ke empat terdakwa pada Rabu (11/8), sekitar pukul 17.00.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Aditya Rakatama mengatakan, pihaknya belum memutuskan untuk mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor terkait vonis tersebut. Ia hanya mengatakan akan memikirkan langkah berikutnya selama tujuh hari pasca putusan pengadilan.

“Terkait dengan vonis, sikap jaksa adalah pikir-pikir selama tujuh hari ke depan,” katanya.
Kasi Pidsus Kejari Cikarang, Fik Fik Zulrofik menambahkan, terdakwa dituduh melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 junto UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


“Diancam dengan pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Untuk pasal 3-nya, hukuman antara 1-20 tahun, dengan kerugian negara sesuai hasil audit BPKP sebesar Rp 320 juta,” ungkapnya.

Sebelumnya, JPU Kejari Cikarang menuntut empat tahun penjara, denda Rp200 juta dan subsider satu bulan kurungan ke empat terdakwa. Namun pada hasil persidangan kemarin, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor memutuskan empat terdakwa divonis satu tahun penjara dan denda Rp50 juta.

Kasus korupsi yang membelit mantan Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Sahroni, muncul sejak tahun lalu. Ia bersama tiga orang lainnya diduga melakukan korupsi pengadaan mesin genset RSUD yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi sebesar Rp2,1 miliar.

Empat orang terdakwa itu memiliki peran masing-masing dalam kasus ini. Sahroni Sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Jajang sebagai ketua panitia lelang sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Sementara Humpol Ojak Sigalingging diketahui merupakan kontraktor pelaksana dan Roslin Simanjutak sebagai Direktur PT Siwa Huring Jaya, pemilik bendara yang dipinjamkan kepada kontraktor pelaksana. (neo)