Harga Beras Tidak Terbendung

BELUM TURUN: Pedagang beras menunjukkan beras yang beredar di Pasar Lemahabang. Sampai saat ini belum dapat diketahui sampai kapan harga beras bisa kembali stabil.
BELUM TURUN: Pedagang beras menunjukkan beras yang beredar di Pasar Lemahabang. Sampai saat ini belum dapat diketahui sampai kapan harga beras bisa kembali stabil.
BELUM TURUN: Pedagang beras menunjukkan beras yang beredar di Pasar Lemahabang. Sampai saat ini belum dapat diketahui sampai kapan harga beras bisa kembali stabil.

POJOKSATU.id, LEMAHABANG- Dampak kekeringan panjang menyebabkan harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, harga beras di Pasar Tradisional Lemahabang semakin tinggi. Pedagang mengaku pendapatan mereka mengalami penurunan  selama musim kemarau akibat terus meningginya harga beras.

Ketua pedagang beras Pasar Lemahabang, Subandi (40) mengatakan, kenaikan harga beras saat ini diakibatkan karena dampak kekeringan di sejumlah wilayah penghasil padi. “Pedagang mah dimana barang kurang pasti bakal naik,” ujarnya, Rabu (12/8).

Ia menjelaskan harga beras poles nomor satu saat ini dijual seharga Rp9500 per kilogram dari sebelumnya Rp8700 per kilogram. Beras poles nomer dua dijual Rp9200 per kilogram dari sebelumnya Rp8500 per kilogram. Sementara harga terendah dengan jenis kualitas rendah dijual seharga Rp6500 per kilogram.

Lebih jauh ia menambahkan, stok beras yang didapat langsung dari wilayah Jawa Tengah, sementara dari Karawang sepanjang kemarau ini masih sulit didapat. Hal itu disebabkan karena wilayah Karawang sebagian mengalami gagal panen.


“Stok beras yang punya saya kebanyakan langsung dari Jawa tengah kayak Demak dan Pati,” ungkapnya.

Ia menyebut kemungkinan harga turun masih sangat jauh, namun harga beras diprediksi bakal terus mengalami kenaikan selama musim kemarau.

Sepanjang kenaikan haraga beras ini atau selama satu bulan terakhir, pendapatn Subandi mengalami penurunan. Jika sebelum naik dirinya mampu menjual sampai tujuh ton beras, tetapi setelah naik dia hanya bisa menjual beras paling banyak empat ton. ‚ÄúSekarang menurun, beda dari sebelum harga naik,” tandasnya. (mar)